Shalat Idul Fitri, Khatib Ingatkan Tidak Ada Sebutan Cebong, Kampret, Sontoloyo dan Genderuwo

oleh

Laporan wartawan Uri.co.id, Rahmat Taufiq

Uri.co.id, TENGGARONG – Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1440 H di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong berjalan lancar dan tertib, Rabu (8/6/2019).

Shalat Idul Fitri di Masjid Agung dihadiri langsung Bupati Kukar Edi Damansyah didampingi pejabat dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kukar.

Dalam pidatonya, Edi Damansyah menyampaikan esensi Idul Fitri bagi kaum muslim adalah hari kemenangan.

“Kita terlahir kembali sebagai pribadi yang suci setelah selama sebulan menjalankan ibadah puasa,” kata Edi Damansyah.

Pemkab Kukar melalui Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera terus mendorong peningkatan kualitas SDM yang kompeten, tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi juga keimanan dan ketakwaan.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan, kita rakit kebersamaan dan hilangkan perbedaan yang ada pada tahapan pemilu dan ketegangan yang terjadi,” ujar Edi Damansyah.

Pelaksanaan salat Id di masjid agung diimami Abdullah Sukri Al Hafidz, khatib Ustadz Lukman Hakim dan bilal Mulyadi.

Sementara itu, besaran zakat fitrah yang dikumpulkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Agung, berupa beras sebanyak 3.920 kg dengan jumlah muzakki (pemberi zakat)1.393 orang, sedangkan uang, fidyah, sedekah dan zakat mal sebanyak Rp 182.180.000 dengan jumlah muzakki 3.951 orang dan mustahik (penerima zakat) sebanyak 2500 orang.
Bupati Kukar Edi Damansyah menghadiri pelaksanaan Shalat Ied di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, Rabu (5/6/2019). Ia mengajak masyarakat bersatu padu pasca Pemilu

Bupati Kukar Edi Damansyah menghadiri pelaksanaan Shalat Ied di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, Rabu (5/6/2019). Ia mengajak masyarakat bersatu padu pasca Pemilu (Uri.co.id / Rahmad Taufik)

Pelaksanaan Sholat Ied kali ini mengusung tema Idul Fitri dan Pesan Perdamaian Pasca Pemilu. Dalam ceramahnya, Ustadz Lukman Hakim menyampaikan umat muslim telah mengikuti mental training dalam puasa Ramadan kemarin.

“Kita berjuang untuk membersihkan hati, seperti dendam, iri dan hasut, serta membersihkan kehormatan dari kefasikan, kemaksiatan, lalu memberihkan harta kita dengan membayar zakat. Sehingga beruntung bagi orang yang menyucikan diri di bulan ramadan,” ujar Lukman Hakim.

Lukman Hakim turut berpesan, pemilu baru selesai yang mengingatkan pada proses demokrasi untuk menciptakan masyarakat adil dan sejahtera.

“Selama sebulan kita menjalani puasa sosial menahan diri berperilaku negatif kepada orang lain, menahan diri posting status di medsos dan menyebarkan hoax, jangan saling memutuskan hubungan, memalingkan muka, menghasut karena Idul Fitri jadi istimewa di Indoneaia karena bertepatan dengan pasca pemilu,” ucapnya.

Khatib juga mengajak masyarakat untuk bersatu padu, termasuk bagi beberapa kelompok yang sempat terjadi konflik karena perbedaan pjlihan politik. “Tidak ada sebutan cebong, kampret, sontoloyo dan genderuwo,” tutur Lukman Hakim. (top)

Subscribe official YouTube Channel Kaltim

()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!