Tiada Disangka, Malam Takbiran Lebaran 2019, Mess Perusahaan Tambang di Samarinda Ini Terbakar

oleh

Uri.co.id, SAMARINDA – Kebakaran kembali terjadi di kota Tepian, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Disaat sebagian warga mengumandangkan takbir dalam Takbiran tuk sambut Lebaran 2019, pemadam dan relawan harus berjibaku dengan api.

Kejadian kebakaran terjadi di Perumahan Grand Taman Sari (GTS), cluster Derawan, A8 / 9, Jalan KH M Rifaddin, Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. 

Api diketahui membesar sekitar pukul 21.00 Wita, Selasa (4/6) malam tadi.

Satu bangunan yang merupakan mess perusahaan tambang batu bara ludes terbakar.

Bahkan, diketahui terdapat seorang penghuni yang harus dilarikan ke RS IA Moies akibat terkena luka bakar.

Mustafa (40), warga sekitar mengungkapkan, dirinya mengetahui ada kebakaran saat penghuni rumah, dan warga lainnya berteriak terjadi kebakaran.

Saat itu dirinya sempat melihat penghuni rumah yang dijadikan mes karyawan berlarian menyelamatkan diri.

“Setahu saya ada tiga orang yang tinggal, tapi sehari-hari banyak orang yang keluar masuk. Karena rumah itu dijadikan mess karyawan,” ucap pria yang tinggal di depan lokasi kejadian, Selasa (4/6/2019).

Bahkan, setelah api membesar, sejumlah ledakan yang berasal dari kabel listrik terdengar beberapa kali.

“Kebetulan saya di rumah lagi nonton. Saya keluar api sudah besar. Sempat saya semprot air pakai selang, tapi airnya tidak kencang,” ungkapnya.

Warga lainnya, Kamto (32) menjelaskan, sebelum pemadam tiba di lokasi kejadian.

Warga sekitar bahu membahi dengan perlengkapan seadanya untuk memadam rumah tersebut.

“Pakai air PDAM saja. Warga sini mencoba padamkan api. Tapi syukur saja tidak merambat ke bangunan lainnya,” jelasnya.

Saat ini, pemadam dan relawan tengah dalam tahap pembahasan. Sedangkan api telah dapat diatasi sekitar pukul 21.30 Wita.

Sementara itu, Kepolisian dari Polsek Samarinda Seberang masih melakukan pendataan dan penyelidikan atas penyebab membesarnya api penyebab kebakaran. 

BMKG Samarinda Ingatkan Potensi Kebakaran

 Jelang libur Lebaran dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),  mengimbau kepada masyarakat Kalimantan Timur untuk mewaspadai musim kemarau dengan kondisi cuaca yang kering.

Hal tersebut disampaikan  Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisikal (BMKG) Temindung Samarinda, Juli Budi Kisworo, pada Jumat (31/5/2019).

Imbauan tersebut disampaikan lantaran pada Mei hingga Agustus 2019 sedang dalam kondisi cuaca yang kering, yang juga bersamaan dengan arus mudik libur Lebaran 2019.

Namun, Juli mengatakan, saat ini tingkat kekeringannya berada di level sedang, tidak sampai berada di level ekstrim, seperti yang diprediksikan BMKG bahwa saat ini kondisi El Nino lemah di Indonesia. Begitu juga dengan kondisi di wilayah Kalimantan Timur.

“Artinya, kondisi cuaca di Indonesia tidak terlalu banyak dipengaruhi   El Nino. Begitu pula dengan Kaltim akan berlaku sebagaimana normalnya,” ujar Juli.

Namun, kondisi El Nino lemah tersebut tidak dapat dianggap sebelah mata. Memasuki musim kemarau meskipun hanya disertai El Nino lemah juga dapat berpotensi memicu kebakaran hutan akibat kekeringan dan faktor manusia.

“Selain kebakaran hutan akibat kekeringan, faktor manusia juga terkadang mengakibatkan kebakaran hutan. Jadi dalam kondisi yang kering,

suatu lahan atau hutan untuk kepentingan tertentu harus dibersihkan dengan cara dibakar,” jelasnya.

Disamping El Nino lemah, Juli sempat bercerita tentang dampak El Nino kuat yang pernah terjadi pada 1987 dan 2015 terjadi kekeringan di Kalimantan sehingga memicu kebakaran hutan dan lahan yang besar,

dengan kondisi terparah terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

“Kaltim pun terimbas, namun lebih sedikit tetapi masuk kategori kebakaran yang besar,” katanya.

Untuk itu, mengantisipasi datangnya musim kemarau dengan kondisi El Nino lemah dengan level kering yang sedang untuk mencegah kebakaran hutan,

Juli berpesan kepada masyarakat Kaltim khususnya Samarinda, untuk menjaga lahan menjadi pemantik kebakaran yang lebih besar.

“Jadi bila sedang bakar-bakar rumput harus dilokalisir, jangan sampai merambat kemana-mana dan memicu kebakaran yang lebih besar lagi,” tutur Juli.

Selain itu, jika memang terjadi rambatan kebakaran lahan yang tak diinginkan, segera laporkan kepada aparat terkait bila di suatu lahan ada kebakaran.

Yang terakhir, masyarakat diimbau untuk menjaga semak-semak yang kering dari kebakaran dari benda-benda yang dapat memicu kebakaran lahan bahkan hutan.

“Salah satunya dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan,” ujarnya. (*)

Subscribe official YouTube Channel Kaltim

Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 4 Juni 2019, Gemini Bersenang, Leo Bersantai, Taurus Mesti Waspada!

Download Lagu MP3 Bertema Lebaran 2019, Sabyan Gambus Berjudul Idul Fitri, Nih Cara Download Lagu Ya

BREAKING NEWS – Hujan Baru Satu Jam, Kawasan Jalan Wonorejo Balikpapan Tergenang Air

Pengganti Ivan Kolev Dikabarkan Sudah Berada di Jakarta, Inikah Sosok Pelatih Baru Persija Jakarta?

Keluarga Bantah Penggerebekan Ifan Seventeen yang Videonya Jadi Viral, Penjelasan Soal Citra Monica ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!