VIDEO – Suasana Pantauan Hilal di Kota Balikpapan, dari Lantai 27 Apartemen Pertamina, Tertutup Awan

oleh

Uri.co.id, Balikpapan – Tim rukyatul hilal kota Balikpapan kembali melakukan pemantauan hilal di gedung apartemen Pertamina lantai 27. Senin (3/6/2019) sore.

Pemantauan hilal kali ini untuk menentukan 1 Syawal 1440 H.

Sayangnya alat teropong dari BMKG kota Balikpapan tak mampu menembus awan tebal sehingga proses pemantauan hilal tak berhasil secara maksimal.

Kepala BMKG Balikpapan, Ibnu Sulistyo mengatakan saat dilakukan pemantauan melalui alat teropong BMKG, posisi awan karena berada pada 0,5 derajat dari ufuk Barat sehingga posisi hilal tak terlihat.

“Tadi posisi awan 0,5 derajat di bawah ufuk.

Normalnya seharusnya minimal 1,5 derajat itu sudah kelihatan hilalnya,” katanya.

Hasil pemantauan hilal yang di lakukan itu, nantinya akan di laporkan ke pemerintah pusat oleh Kemenag Balikpapan.

Kepala Kemenag Balikpapan, Hakimin mengatakan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan kapan waktu perayaan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah tahun 2019 ini.

Tak Terlihat dari Islamic Center, Di Provinsi Kaltim, Hilal Hanya Bisa Dilihat dari Kabupaten Ini,

SIDANG ISBAT 1 Syawal 1440 H, Tim Falakiyah Kemenag RI: Tidak Ada Referensi Hilal Terlihat Hari Ini

Sidang Isbat Kemenag Hilal di 105 Titik, Berikut Lokasi tuk di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Kemenag Balikpapan akan menunggu instruksi pemerintah pusat.

“Hilal tidak terlihat, kita tunggu saja instruksi dari pemerintah pusat,

Kami di sini tidak punya kewenangan untuk menentukan kapan pelaksanaan hari Lebaran,” Katanya

Namun demikian, Kemenag Balikpapan meyakini bahwa perayaan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah secara serentak di seluruh daerah yang ada di Indonesia akan dilaksanakan pada Rabu 5 Juni 2019.

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1440 H, Rabu 5 Juni 2019 

Hasil Sidang Isbat Kementerian Agama RI penentuan 1 Syawal 1440 Hijriah memutuskan hari raya Idul Fitri 1440 H/2019 M atau Lebaran 2019 jatuh pada Rabu (5/6/2019).

Hasil Sidang Isbat ini disampaikan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.

Dikatakan Lukman, dari pemantauan 105 titik di Tanah Air hilal belum terlihat pada hari ini. 

Tim rukyat Kementerian Agama tersebar di seluruh provinsi.

“Menyatakan tidak satupun di antara mereka yang melihat hilal. Maka dengan dua hal yang saya sebutkan, posisi hilal dibawah ufuk, maka bulan Ramadhan tahun ini digenapkan 30 hari.

Artinya besok kita masih puasa. Dengan demikian 1 Syawal 1440 H jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019,” kata Lukman Hakim Saifuddin.

Kementerian Agama RI menggelar Sidang Isbat 1 Syawal 1440 Hijriah di Jakarta, Senin (3/6/2019).

Sebelumnya, dilansir laman resmi Kemenag RI, pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya menegaskan bahwa tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1440H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada hari ini Senin (3/6/2019).

“Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif.

Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” terang Cecep, Senin (3/6/2019). 

Hadir dalam pemaparan jelang Sidang Isbat, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin,  Ketua MUI, dan Ketua Komisi VIII Ali Taher.

Hadir juga dalam kesempatan ini para duta besar negara sahabat, pimpinan ormas termasuk NU dan Muhammadiyah,  pakar astronomi dari LAPAN dan Planetarium Boscha, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama.

Menurut Cecep, penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada hisab dan rukyat.

Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam.

“Saat ini, kita sedang melakukan proses rukyat, dan sedang menunggu hasilnya,” terang Cecep.

“Secara hisab, awal Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu. Ini informasi, konfirmasinya menunggu hasil Sidang Isbat, menunggu hasil laporan rukyat,” tambahnya.

Baca juga:

Ma’ruf Amin: Sidang Isbat Hanya Ada di Indonesia, Begini Sejarah dan Penjelasan Lengkapnya

LINK LIVE STREAMING Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1440 H, Hilal Belum Terlihat di Makassar

Live Streaming Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2019 Serta Daftar Lokasi Pemantauan Hilal di Indonesia

Dikatakan Cecep, rukyat adalah observasi astronomis.

Karena itu, lanjut Cecep, harus ada referensinya.

Cecep mengatakan bahwa kalau ada referensinya diterima, sedang kalau tidak berarti tidak bisa dipakai.

Lantas bagaimana posisi hilal 1 Syawal 1440H?

Berdasarkan data di Pelabuhan Ratu, posisi hilal awal Syawal 1440H atau pada 29 Ramadan 1440 H yang bertepatan dengan 3 Juni 2019, di Pelabuhan Ratu secara astronomis tinggi hilal: minus 0,56 derajat; jarak busur bulan dari matahari: 2,94 derajat; umur minus 40 menit 6 detik. 

Pelabuhan Ratu termasuk paling tinggi.

Ijtimak di Pelabuhan Ratu terjadi sebelum matahari terbenam (qobla ghurub).

“Bulan terbenam dalam waktu 3 menit 6 detik sebelum matahari terbenam,” kata Cecep. 

Sementara itu, lanjut Cecep, dasar kriteria imkanurrukyat yang disepakati MABIMS adalah minimal dua derajat atau umur bulan minimal delapan jam. “Ini sudah menjadi kesepakatan MABIMS,” tuturnya. 

Sehubungan itu, kata Cecep, karena ketinggian hilal di bawah dua derajat bahkan minus, maka tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.

“Dari referensi yang ada, maka tidak ada referensi apapun bahwa hilal Syawal 1440H pada Senin ini teramati di seluruh Indonesia,” tandas Cecep.

Selain itu, lanjut Cecep, juga tidak ada referensi empirik visibilitas hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.

Baca juga:

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri 2019, Serta Panduan Mandi Sebelum Melaksanakan Shalat

100 Ucapan Selamat Idul Fitri 2019 Dalam Berbagai Bahasa, Bisa Dikirim Lewat Semua Media Sosial

Prediksi PWNU Jatim Kapan Lebaran 2019 Tiba, Begini Cara Penentuan 1 Syawal 1440 H

Menurut Cecep, Limit Danjon menyebutkan bahwa hilal akan tampak jika jarak sudut bulan – matahari lebih besar dari 7 derajat.

Konferensi penyatuan awal bulan Hijriyah International di Istanbul tahun 1978 mengatakan bahwa awal bulan dimulai jika jarak busur antara bulan dan matahari lebih besar dari 8 derajat dan tinggi bulan dari ufuk pada saat matahari tenggelam lebih besar dari 5 derajat.

Sementara rekor pengamatan bulan sabit dalam catatan astronomi modern adalah hilal awal Ramadan 1427H di mana umur hilal 13 jam 15 menit dan berhasil dipotret dengan teleskop dan kamera CCD di Jerman.

Bahkan, dalam catatan astronomi modern, jarak hilal terdekat yang pernah terlihat adalah sekitar 8 derajat dengan umur hilal 13 jam 28 menit.

Hilal ini berhasil diamati oleh Robert Victor di Amerika Serikat pada 5 Mei 1989 dengan menggunakan alat bantu binokulair atau keker.

(*)

Subscribe official YouTube Channel

40 Ucapan Selamat Idul Fitri 2019 dari Romantis Sampai Puitis, Cocok Dibagi Via WA, FB, IG, Twitter

TERPOPULER – Andai Jokowi-Maruf Dilantik jadi Presiden RI? Dijawab Rocky Gerung Pakai 3 Kata Ini

TERPOPULER – Kanit Reskrim Bripka Afrizal Gugur Ditembak Kawanan Perampok, Sempat Kejar-kejaran

Terungkap Keseharian Tersangka Penyuplai Senjata Kerusuhan 22 Mei, Tetangga: Dia Orangnya Terbuka

TERPOPULER Viral Karena Harga Selangit, Warung Bu Anny Akhirnya Bikin Daftar Menu Plus Harga

()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!