Berburu Tiket Mudik Gratis Kapal Perang KRI, Warga Samarinda Ini Rela Tidur di Pelabuhan

oleh

Uri.co.id, BALIKPAPAN – Program mudik gratis ke Surabaya menggunakan Kapal Perang KRI TNI AL melalui Pelabuhan Semayang, Balikpapan diserbu warga yang ingin mudik Lebaran ke Jawa.

Pangkalan TNI AL (Lanal) Balikpapan memfasilitasi 1.000 pemudik pulang kampung naik kapal KRI secara gratis.

Ribuan calon penumpang memenuhi Terminal Pelabuhan Semayang, bahkan beberapa di antara mereka rela tidur di teras pelabuhan demi antre tiket mudik gratis menggunakan Kapal KRI TNI AL.

Sukiman (48), calon penumpang asal Samarinda mengaku, dirinya sudah menunggu pendaftaran tiket gratis KRI sejak dua hari lalu. Dia rela tidur di teras Terminal Pelabuhan Semayang dengan beralaskan tikar seadanya.

“Sejak Rabu saya sudah tunggu di sini. Saya tidur di sini takut nggak kebagian tiket lagi kayak program mudik bareng Pupuk Kaltim kemarin,” katanya.

Dia menceritakan, sebelumnya sempat mengikuti antre mudik gratis garapan Pupuk Kaltim beberapa waktu lalu, namun tidak kebagian lantaran terlambat antre.
MUDIK LEBARAN - Puluhan pemudik di Pelabuhan Samarinda tertinggal kapal akibat jadwal keberangkatan dipercepat, Kamis (30/5/2019).

MUDIK LEBARAN – Puluhan pemudik di Pelabuhan Samarinda tertinggal kapal akibat jadwal keberangkatan dipercepat, Kamis (30/5/2019). (HO/Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda)

“Kemarin sudah jauh-jauh dari Samarinda tapi nggak kebagian, mudik bareng Pupuk Kaltim,” ungkapnya

Tak sia-sia, setelah menunggu lama, kini Sukiman bersama enam anggota keluarganya sudah mendapatkan tiket mudik gratis bersama KRI.

“Alhamdulillah tidak sia-sia saya tidur di sini. Saya sudah dapat tiketnya enam orang bareng anak dan istri saya,” katanya dengan wajah ceria sambil memperlihatkan tiket.

Khairun (42), warga Balikpapan juga rela mengantre sejak pagi di pintu masuk area Terminal Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu (30/5).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan ini banyak berharap bisa mendapat tiket mudik gratis naik KRI TNI AL.

“Dari sebelum jam 8 pagi saya antre di sini. Masih hujan deras itu, mas. Pokoknya harus dapat tiket mudik ini. Empat jam setelah antre baru dapat tiket,” ujar bapak 3 anak ini di sela antre di depan pintu masuk terminal Pelabuhan Semayang.

Selain dari pemberitaan media dan sosial media, Khairun mengaku mendapat informasi dari saudaranya yang kebetulan anggota TNI. Kabar Lanal Balikpapan memfasilitasi 1.000 pemudik pulang kampung naik kapal KRI gratis, disambut Khairun dengan senyum gembira.
Ratusan calon penumpang memadati pintu masuk lokat 4 pelabuhan Semayang Balikpapan untuk mengikuti antrian pendaftaran mudik gratis

Ratusan calon penumpang memadati pintu masuk lokat 4 pelabuhan Semayang Balikpapan untuk mengikuti antrian pendaftaran mudik gratis (Uri.co.id, Zainul)

“Saya, istri dan 1 anak ini mas. Dua anak saya sudah Jawa, sekolah di sana. Ini saya mau ke Ngawi, Jawa Timur,” tuturnya.

Warga Muara Rapak yang sudah 19 tahun tinggal di Balikpapan ini biasanya pulang ke kampung halaman menumpang rekannya yang mengangkut barang muatan ke Jawa.

“Biasanya numpang dengan kawan, kalau ada antaran muatan ke Jawa. Jadi sekalian ikut naik kapal,” kenangnya.

Khairun merasa beruntung dengan adanya program mudik yang difasilitasi Lanal Balikpapan melalui KRI Makassar TNI AL. Kendati tetap harus membayar asuransi, namun itu tak sebanding dengan mendapat kesempatan naik KRI gratis.

“Kalau nggak salah siapkan Rp 30 ribu untuk asuransi. Intinya adanya ini sangat membantu warga. Saya berterimakasih sekali dengan Lanal Balikpapan,” ungkapnya.

Lain hal dengan Mulyanto (22), bersama istrinya ia turut mengantre, berharap mendapat kesempatan pulang ke Jawa. Pasangan muda ini berharap dapat kesempatan tersebut lantaran tiket ke Jawa menggunakan pesawat sangat mahal.
Suasana program mudik bareng BUMN 2019 di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (30/5/2019). Sebanyak 2,145 pemudik bisa pulang kampung tanpa merogoh kocek alias gratis mengikuti progran tersebut.

Suasana program mudik bareng BUMN 2019 di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (30/5/2019). Sebanyak 2,145 pemudik bisa pulang kampung tanpa merogoh kocek alias gratis mengikuti progran tersebut. (Uri.co.id/Muhammad Fachri Ramadhani)

“Tahun kemarin pakai pesawat, tapi ini tiket mahal sekali. Ngecek harganya Rp 1,8 juta. Belum bayar bagasi lagi. Kami mau ke Bojonegoro,” keluh pasangan yang dua tahun tinggal di Balikpapan.

KRI Makassar-590 siap mengangkut 1000 pemudik dari Balikpapan tujuan Surabaya. Demikian diungkapkan Danlanal Balikpapan, Kolonel Laut (P) Wahyu Cahyono. KRI tersebut rencananya bertolak dari Balikpapan, Sabtu (1/6) sekitar pukul 16.00 WITA.

“Angkutan Lebaran 2019 hanya angkutan penumpang, tidak melayani angkutan kendaraan dan barang,” jelas Wahyu.

Untuk pendaftaran dan tiketing dilaksanakan oleh Pelni dan Pelindo di Posko Angkutan Laut Lebaran 2019 di Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

Calon penumpang tidak dipungut biaya, hanya diwajibkan mengasuransikan diri. “Calon penumpang diimbau membawa alas tempat tidur masing-masing,” tuturnya.

Proses embarkasi dan pengecekan dilaksanakan oleh Pelindo dan personel posko angkutan lebaran dengan menggunakan metal detector dan peralatan lain. Sementara fasilitas sandar, pandu dan tunda KRI Makasaar mulai dari 31 mei 2019 sampai 1 juni 2019. (bie/m06)

Subscribe official YouTube Channel

BACA JUGA:

Balapan MotoGP di Sirkuit Mugello Tanpa Valentino Rossi, Pilih Tunggangi Motocross

TERPOPULER Misteri warga Rusia di Sisi Prabowo Subianto, Turut Terbang Menuju Dubai, Begini Faktanya

Ketahuan Selingkuh, Istri Sah Buat Petisi Pemecatan Suaminya dari TNI, Dukungan Terus Mengalir

AHY dan Sandiaga Uno Masuk Nominasi? Jokowi Beberkan Kriteria Calon Menteri di Kabinet Baru

Rupanya Liverpudlian, Begini Cara Iron Man Dukung Liverpool di Final Liga Champions ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!