Chelsea Pesta Gol di Final Liga Eropa, Bekuk Arsenal Tiga Gol Tanpa Balas Hingga Menit 65

oleh

Uri.co.id – Chelsea pesta gol di babak kedua laga Final Liga Eropa. 

Hingga menit 65, Chelsea menceploskan si kulit bundar ke gawang Arsenal hingga tiga kali.

Gol ketiga dilesakkan Eden Hazard setelah Oliver Giroud dijatuhkan pemain Arsenal di kotak penalti.

Eden Hazard yang menjadi eksekutor tidak menyiakan kesempatan.

Bola diarahkan ke sisi kanan penjaga gawang Peter Cech. 

Peter Cech yang terlebih dahulu jatuh di sisi kiri, tak bisa menghalau bola yang meluncur deras.

Arsenal langsung terkapar di awal babak kedua laga Final Liga Eropa.

Tandukan Oliver Giroud merobek jala Peter Cech pada menit 48. 

Gol bermula dari umpan silang Emerson dari sis kiri.

Oliver Giroud yang mendapat kawalan ketat dari Laurent Koscielny, justru mampu melepaskan diri dan menanduk umpan silang Emerson.

Bams! bola meluncur deras ke sisi kanan Peter Cech.

Sepuluh menit berselang, giliran Pedro yang mengoyak jala Arsenal.

Kali ini, umpan mendatar Eden Hazard di kotak penalti langsung disamber Pedro yang berdiri bebas, tanpa pengawalan ketat barisan pertahanan Arsenal.

Hingga menit 59, Chelsea menaklukkan Arsenal dengan dua gol tanpa balas.

Laga Final Liga Eropa berakhir imbang di babak pertama, Kamis (30/5/2019).

Laga di stadion Olimpic Baku, Azerbaijan, terlihat panas di awal menit pertandingan babak pertama ini.

Kedua tim sudah mulai saling serang dan tak sedikit yang sudah diberi peringatan oleh wasit.

Pada menit ke-9, Pierre-Emerick Aubameyang menyia-nyiakan peluang besar ketika bola yang diumpan oleh Nacho Monreal melambung ke arahnya.

Aubameyang salah mengarahkan tembakannya yang membuat bola melebar dari tiang kiri gawang Chelsea.

Serangan pertama dari Arsenal ini tak membuat The Blues mengendorkan serangan demi serangan ke arah gawang The Gunners.

Pemain belakang Chelsea pun dengan mudah mencuri bola dari kaki Hazard yang terlihat sulit mengontrol bola.

Peluang kembali diterima Arsenal ketika Sead Kolasinac mendapat umpan dari rekan se-timnya di menit 16.

Namun, saat Kolasinac mendapatkan bola, Cesar Azpilicueta dengan cepat menghalau pergerakannya.

Pada menit ke-18, Alexandre Lacazette terjatuh di dalam kotak pinalti ketika dirinya mendapatkan bola dari rekannya.

Penyelamatan yang brilian dari David Luiz ketika bola mengarah ke gawang Chelsea saat Granit Xhaka melakukan sepakan pojok di menit 21.

Pertahanan Chelsea berulang kali terlihat sedikit kendor ketika para penyerang Arsenal melakukan serangan ke arah gawang mereka.

Namun, peluang-peluang yang diciptakan Arsenal tersebut belum membuahkan hasil yang berarti.

Di menit ke27, Aubameyang melakukan serangan berbahaya ke arah pertahanan Chelsea, namun para pemain bertahan mampu mengatasi bahaya tersebut.

Akan tetapi, upaya Xhaka untuk mencetak gol harus terbendung ketika bola membentur mistar gawang Chelsea.

Di menit 34, Emerson melakukan tembakan langsung di dalam kotak penalti.

Akan tetapi, bola dari tendangan Emerson ini masih mampu ditahan oleh Petr Cech.

Di menit ke-39, Olivier Giroud melakukan tembakan di dalam kotak penalti dengan menendang bola ke sudut kanan bawah.

Hingga babak pertama berakhir, skor pertandingan antara Chelsea vs Arsenal berakhir imbang, 0-0.

Berikut link live score hasil Chelsea vs Arsenal di final Liga Eropa:

LINK>>>

LINK>>>

Partai final Liga Europa Chelsea vs Arsenal diprediksi panas sebelum laga,. 

Pasalnya dua tim terlibat gengsi, kehormatan kota London.

Gelaran final Liga Europa 2019 kali ini mempertemukan dua klub London, Inggris, Chelsea vs Arsenal.
Link Live Streaming Chelsea vs Arsenal, Final Liga Europa

Link Live Streaming Chelsea vs Arsenal, Final Liga Europa (Instagram/europaleague)

Dua tim ini sebelumnya juga bertarung sengit di kompetisi domestik, Liga Inggris.

Di akhir musim, Chelsea lebih unggul dengan menempati peringkat 3 berkat koleksi 72 poin.

Sedangkan Arsenal berada di posisi 5 dengan raihan 70 poin.

Namun berdasarkan statistik pertemuan musim ini, baik Chelsea maupun Arsenal, sama-sama berbagi kemenangan.

Chelsea menang dengan skor 3-2 saat pertemuan pertama di Liga Ingrris di stadion Stamford Bridge, 18 Agustus 2018.

Selanjutnya saat bermain di Emirates stadium, Arsenal gantian menang dengan skor 2-0 pada Januari 2019.

Statistik tersebut membuktikan kedua tim memiliki kekuatan yang kurang lebih sama.

Namun beda hal ketika berlaga pada dini hari nanti.

Laga nanti merupakan final Liga Europa 2019, yang digelar di tempat netral.

Selain itu, faktor mental juga akan turut mempengaruhi performa pemain ssaat bertemu di laga puncak.

Berbicara mengenai mental dan pengalaman di Liga Europa, Chelsea sedikit lebih unggul ketimbang Arsenal.

Pasalnya Chelsea sudah pernah meraih trofi Liga Europa musim 2012/2013 silam.
Chelsea menjuarai Liga Europa musim 2012/2013

Chelsea menjuarai Liga Europa musim 2012/2013 (dailymail.co.uk)

Saat itu Chelsea masih diarsiteki Rafael Benitez, mampu menumbangkan Benfica di partai final Liga Europa.

Gol Branislav Ivanovic di penghujung laga, menggenapkan kemenangan Chelsea menjadi 2-1 atas Benfica.

Raihan trofi Liga Europa musim tersebut menjadi trofi pertama Chelsea di kompetisi nomor dua Eropa itu.

Bahkan laga final Liga Europa nanti Chelse vs Arsenal, masih akan dimeriahkan para pemain yang pernah meraih trofi Liga Europa di musim 2012/2013.

Nama-nama yang masih tersisa di kubu Chelsea yaitu Cesar Azpilicueta, Gary Chaill, dan David Luiz.

Tentunya ketiga pemain ini ingin mengulangi kesuksesan yang diraih Chelsea, sekaligus membawa pulang piala ke London.

Tunggu dulu.

Faktor keunggulan di atas belum bisa membuat Chelsea bernafas lega.

Chelsea justru patut waspada.

Pasalnya tim lawan memiliki gacoan trofi Liga Europa yang tak kalah hebat.

Gacoan tersebut ada dalam diri pelatih Arsenal, Unai Emery.

Pelatih berdarah Spanyol itu punya catatan apik di partai final Liga Europa.

Unai Emery bisa dibilang menjadi pelatih penguasa trofi Liga Europa.

Pasalnya Unai Emery pernah meraih kejayaan dengan membawa Sevilla meraih juara Liga Europa selama tiga musim berturut-turut.

Itu dilakukan Unai Emery sejak tahun 2014-2016.
Pelatih Arsenal, Unai Emery saat meraih trofi Liga Europa bersama Sevilla.

Pelatih Arsenal, Unai Emery saat meraih trofi Liga Europa bersama Sevilla. (gettyimages)

Persis setelah Chelsea menjuarai Liga Europa musim 2012/2013, Unai Emery berjaya sendirian tiga musim beruntun bersama Sevilla.

Sevilla yang bermaterikan pemain kelas 2 Eropa mampu tampil apik di tiap laga Final Liga Europa.

Tangan dingin Unai Emery membawa Sevilla menghancurkan Benfica dengan skor 4-2.

Musim berikutnya giliran Dnipro yang ditaklukkan di laga final Liga Europa dengan skor 3-2.

Di musim 2015/2016, Unai Emery sukses menaklukkan klub Inggris, Liverpool di Final Liga Europa dengan skor 3-1.

Nama Unai Emery masih tercatat sebagai pelatih tersukses di Liga Europa dengan meraih trofi tiga kali berturut-turut.

Jelang final Liga Europa, Unai Emery berhasrat mengharumkan namanya dengan raihan trofi Liga Europa yang keempat sepanjang karir.

Jika Unai Emery berhasil mengantarkan Arsenal juara, maka Unai Emery akan menjadi pelatih keempat yang memenangi Liga Europa bersama dua tim berbeda.

Unai Emery bakal menyamai raihan pelatih Giovanni Trapattoni yang sukses membawa Juventus dan Inter Milan, Jose Mourinho bersama FC Porto dan Manchester United, serta Rafael Benitez yang mampu membawa Valencia dan Chelsea juara Liga Europa.

Setidaknya selain Unai EMery, Chelsea patut mewaspadai kiper Arsenal Petr Cech.

Kiper berkebangsaan Republik Ceko itu juga merupakan bagian anggota skuat Chelsea saat meraih trofi Liga Europa di musim 2012/2013.
Petr Cech saat meraih trofi Liga Europa bersama Chelsea

Petr Cech saat meraih trofi Liga Europa bersama Chelsea (REUTERS)

Musim ini menjadi musim terakhir Petr Cech, lantaran musim depan ia memutuskan pensiun.

Tentunya laga ini akan sangat emosional bagi Petr Cech yang bertekad mempersembahkan gelar Liga Europa di penghujung karirnya.

Apalagi di final Liga Europa, Peter Cech akan menghadapi mantan klub yang membesarkan namanya.

(*)

Prediksi susunan pemain
Chelsea (4-3-3): Kepa Arrizabalaga, Cesar Azpilicueta, Andreas Christensen, David Luiz, Marcos Alonso, Ross Barkley, Jorginho, Mateo Kovacic, Willian, Olivier Giroud, Eden Hazard
Pelatih: Maurizio Sarri

Arsenal (3-4-1-2): Petr Cech Sokratis, Laurent Koscielny, Nacho Monreal, Shkodran Mustafi, Granit Xhaka, Lucas Toreira, Sead Kolasinac, Mesut Ozil, Alexandre Lacazette, Pierre-Emerick Aubameyang.
Pelatih: Unai Emery

(Uri.co.id / Cornel Dimas)

Subscribe official YouTube Channel

BACA JUGA:

Jelang Semen Padang vs Persib Bandung, Rene Mihelic Kembali Diduetkan dengan Artur Gevorkyan

Kalah 3 Gol dari Madura United, Pelatih Borneo FC Mario Gomez Akui Timnya Petik Pelajaran Berharga

HEBOH Video Viral Adegan Mesum Pelajar SMP dan Mahasiswa, Youtuber di Banyuwangi Bikin Klarifikasi

Tetangga Ungkap Fakta TJ, Mantan Marinir yang Ditunjuk Habisi 2 Nyawa dari 4 Jenderal Tokoh Nasional

Siapa Dalang Kerusuhan 22 Mei? Simak Paparan Mantan Kepala Intelejen TNI, Mahfud MD dan Kapolri

(Uri.co.id/Whiesa) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!