BREAKING NEWS – Si Jago Merah Jilati Pemukiman Gang Tepian Sangatta, Pemadam Sulit Jalan Sempit

oleh

Uri.co.id, SANGATTA – Peristiwa kebakaran terjadi di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Senin (27/5/2019).

Kejadian kebakaran itu tepatnya di Gang Tepian Jalan Yos Sudarso I, Sangatta Lama, Desa Sangatta Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Api diperkirakan mulai membesar sekitar pukul 22.15 Wita.

Belum diketahui jumlah rumah yang menjadi korban keganasan si jago merah.

Hingga kini proses pemadaman masih dilakukan jajaran PMK Kutai Timur bersama tim rescue PT KPC.

Dengan mengerahkan lima unit mobil pemadam dan dua unit mobil tangki.

“Kondisi jalan gang yang sempit membuat mobil pemadam hanya bisa parkir di tepi jalan besar. Sehingga pemadaman tidak maksimal,” ungkap warga setempat

Selain itu, sekitar lokasi kebakaran hingga gang di seberang jalan protokol Yos Sudarso I juga gelap gulita. Listrik di kawasan tersebut padam.

Di antara kerumunan warga di sekitar lokasi kebakaran, dua warga terlihat mendapat pertolongan dari petugas medis PMI Kutim.

Seorang ibu, tergores lengannya setelah berusaha menyelamatkan barang -barang miliknya.

Maklum, begitu api membesar seluruh warga yang bermukim di sekitar lokasi kebakaran langsung berusaha menyelamatkan barang-barang berharga milik mereka.

“Ibu itu diabetes. Habis terluka, terkena goresan lagi di kaki dan lengan. Makanya diobati,” ungkap Ewil, petugas PMI yang berada di lokasi kejadian.

Di tempat terpisah, kebakaran menjadi satu dari sekian musibah yang sangat diwaspadai saat Ramadhan. Aktivitas memasak  yang meningkat selama Ramadhan, rentan memicu kebakaran.

Seperti kebakaran yang terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sampai  pertengahan Ramadhan ini, sudah ada 7 peristiwa kebakaran di Kota Samarinda.

Terbaru, kebakaran terjadi Senin (27/5/2019) dini hari tadi. Kebakaran yang terjadi di Jalan Jelawat, Gg.8 dan Gg.9, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir ini menyisakan sederet fakta.

Butuh waktu 1 setengah jam untuk memadamkan api yang telah membesar. Selain itu, si jago merah dini hari tadi telah melahap 7 bangunan permanen.

Terdiri dari 4 rumah 2 lantai (Gang 9), 1 rumah kost 2 lantai (Gang 9), 1 rumah 2 lantai (Gang 8), 1 rumah 1 lantai (Gang 8).

Lokasi kebakaran pun berada di tengah kota, dan dekat sekitar Sungai Karang Mumus, sehingga pasokan air sangat melimpah, hingga petugas PMK tidak mengalami kesulitan dalam mencari sumber air.

Namun, faktanya pemadam memerlukan waktu 1 setengah jam untuk memadamkan api.

Penyebanya, Gang yang sempit, jalur listrik PLN yang belum padan saat api membesar, dan banyak warga yang sekadar menonton dan mengganggu ruang gerak petugas.

“Kendala awal itu, karena Gang dilokasi api sangat sempit yang hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua,” ujar Nursan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran atau Damkar Samarinda, Senin (27/5/2019) usai melaksanakan rapat,

yang bertempat di Kantor Disdamkar Kota Samarinda ini dihadiri oleh Pihak Polresta Samarinda, Satpol PP Samarinda, BPBD Samarinda, PLN Samarinda, Dinsos Samarinda, Dishub Samarinda dan PMI Samarinda.

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 00.16 Wita, dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.43 Wita.

Dugaan sementara kebakaran itu karena konsleting di salah satu rumah di bagian lantai 2 yang berada di Gang 8, hingga merembet ke gang di sebelahnya.

Aliran listrik yang masih menyala, membuat petugas tidak leluasa dalam melakukan pemadaman.

“Lalu aliran listrik ternyata belum padam saat api membesar, jadi petugas juga tidak dapat menyiramkan air ke api karena listrik yang menyala,” kata Nursan.

 Kemudian di lokasi sendiri dipenuhi warga yang datang hanya untuk menonton.

Kondisi padatnya warga, membuat PMK Samarinda kerepotan untuk beraktivitas memadamkan api.

“Di lokasi kebakaran dini hari tadi menjelang sahur, dipenuhi oleh warga yang datang hanya untuk menonton.

Kehadiran warga itu mempersulit gerak pemadam, apalagi kendaraan yang terparkir di tepi jalan, sekitar Jalan Jelawat yang dapat di bilang kecil jadi unit mobil pemadam harus memperlambat lajunya,” ungkapnya.

Selain itu, kebakaran ini merupakan kejadian ke 7 di Kota Samarinda selama Ramadhan

Dari data yang ada, selama bulan Ramadhan, telah terjadi tujuh kali kebakaran di kawasan permukiman warga dan kebakaran lahan.

Kebakaran bermula di Gg. 8 dan terdapat 2 KK, 10 Jiwa, hingga api merambat ke Gg. 9 yang dimana terdapat 10 KK, 30 jiwa yang telah menjadi korban materi dari si jago merah.

Beruntung tal ada korban luka atau meninggal pada kebakatan tersebut (*)

(Uri.co.id/Margareta Sarita)

Subscribe official YouTube Channel

BACA JUGA:

TERPOPULER: Sikap Tegas Al El & Dul Jaelani pada Mulan Jameela, Bela Maia Estianty?

Media Sosial dan Whatsapp Sudah Normal, Begini Cara Hilangkan Dampak Buruk VPN Pada Ponsel

Kumpulan Ucapan Selamat Idul Fitri 2019, dalam Bahasa Indonesia, Arab, Inggris dan Jawa

Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi Terkait Cuitan Kerusuhan 22 Mei, Apakah Isinya?

Dua Eks Ketua Mahkamah Konstitusi Kompak, Sebut Hasil Pilpres 2019 Bisa Diubah, Prabowo Bisa Menang ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!