Romahurmuziy Keluhkan Kualitas Air Minum, Kipas Angin & Ventilasi Udara di Rutan, Ini Tanggapan KPK

oleh

Uri.co.id – Politisi Partai Persatuan Pembangunan atau PPP Romahurmuziy, tertangkap KPK atas dugaan suap. 

Saat ini Romahurmuziy berada di gedung KPK untuk dilakukan pemeriksaan, Romahurmuziy sudah berstatus sebagai tersangka dugaan suap soal jabatan di lembaga Kementerian Agama.

Sosok, Romahurmuziy, tersangka penerima suap kasus korupsi seleksi jabatan di Kementerian Agama, mengeluhkan kualitas air minum di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu diungkapkan Romy, begitu ia disapa, di sela pemeriksaan di Gedung KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

“Minumnya yang kemarin saya minta, karena beberapa teman-teman itu bergiliran diare di sana,” ucap mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. 

Untuk itu, Romy minta dispenser di Rutan KPK diganti, atau minimal dikuras.

“Sudah sejak didirikan KPK belum pernah dikuras. Jadi kita minta supaya dikuras lah atau diganti dispensernya,” tuntut Romy.

Kesehatan Romy memang melemah sejak ditahan oleh KPK.

Tercatat sudah dua kali penahanannya dibantarkan karena alasan sakit.

Ia sebelumnya dibantarkan selama sebulan di Rumah Sakit Polri dari 2 April hingga 2 Mei 2019. Kemudian kembali dibantarkan selama dua hari dari 13 hingga 15 Mei 2019.

“Penyakitnya kan ya memang kambuhan ya, moga-moga doakan aja sehat,” terang Romy terkait penyakitnya.

Pihak KPK mengatakan, Romy sering mengeluhkan fasilitas di Rutan KPK.

Hal tersebut sebagai respons atas keluhan tersangka Romy soal air dispenser yang berada di rutan KPK.

Dalam proses penahanan, Romy memang beberapa kali mengeluh. 

Selain tentang air, ia juga pernah mengeluhkan rutan yang panas, kipas angin, ventilasi udara, dan lain-lain.

KPK memastikan, perlengkapan, makanan, dan keamanan dalam pengelolaan rutan dilakukan sesuai standar yang diatur di Kementerian Hukum dan HAM, termasuk aspek kebersihan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah pun sudah mengecek soal dispenser yang dikeluhkan Romy.

“Untuk dispenser tadi saya sudah cek, ada dua unit yang disediakan untuk rutan pria di ruang bersama,” kata Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (24/5/2019).

“Selain dalam keadaan bersih dan diganti jika sudah habis, jumlah dua unit kami nilai cukup jika dibanding jumlah tahanan di rutan pria,” sambungnya.

Selain itu, kata Febri Diansyah, jika memang ada tahanan yang mengeluh sakit, KPK sudah menyediakan dokter yang bertugas di KPK.

Tersangka Romy, lanjutnya, bahkan telah pernah mendapatkan pembantaran ke Rumah Sakit Polri Jakarta lebih dari satu bulan, karena memang demikian menurut penilaian dokter.

“Jika berharap tinggal di rutan nyaman sesuai keinginan masing-masing tahanan, tentu tidak akan pernah bisa,” ucapnya.

“Karena ada standar yang berlaku, dan memang ada pembatasan hak-hak seseorang ketika ditahan,” imbuh Febri Diansyah.

Oleh karena itu, jelas Febri Diansyah, justru KPK mengimbau pada semua pihak untuk tidak melakukan korupsi, agar tidak perlu diproses sebagai tersangka, dilakukan penahanan, hingga proses hukum lanjutan sebagai narapidana korupsi jika divonis bersalah di pengadilan.

Sementara, Romy belum memikirkan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum, untuk mengungkap perkara.

“Untuk apa JC? Saya tidak terpikir ya, belum terpikir sampai sekarang,” ucap Romy. (*)

 Wartakotalive  Romahurmuziy Minta Dispenser di Rutan KPK Diganti Atau Dikuras, Katanya Bikin Diare, http://wartakota.Uri.co.id/2019/05/24/romahurmuziy-minta-dispenser-di-rutan-kpk-diganti-atau-dikuras-katanya-bikin-diare?page=all.

Editor: Yaspen Martinus

Subscribe official YouTube Channel

BACA JUGA:

Siapa Paling Akurat? Ini Prediksi 10 Lembaga Survei, Ada Selisih Cuma 0,1 persen hingga Jauh Meleset

Bakal Tarung di MK, TKN dan BPN Punya Jagoan: Adu Cakap Bambang Widjoyanto dan Yusril Izha Mahendra

Begini Nasib Tong Sampah yang Didatangkan Anies Baswedan dari Jerman Setelah Aksi 22 Mei

Striker Persib Bandung Ezechiel NDouassel Simpan Sesal, Janjikan Ini di Laga Liga 1 2019 Berikutnya

Malam Lailatul Qadar Jatuh Tanggal Berapa? Ini Jawaban Prof Quraish Shihab Melalui Tafsir Al Quran ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!