Polisi Masih Lakukan Penyelidikan Kebakaran di Jalan Flores Samarinda

oleh

Uri.co.id, SAMARINDA – Kepolisian hingga saat ini masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran, Kamis (23/5) pagi.

Kejadian kebakaran itu sendiri terjadi di Jalan P Flores, RT 20 dan Jalan P Hidayatullah, RT 9, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota.

Akibat kejadian itu, 3 ruko 2 lantai yang terdiri dari bengkel, gudang dan toko ludes terbakar. Selain itu 2 bangunan kayu 2 lantai yang dipakai untuk  warung kopi dan rumah makan juga tidak luput dari amukan si jago merah, termasuk 1 unit mobil dan 2 unit motor ludes terbakar.

Selain itu, 20 jiwa dari 4 kepala keluarga harus mengungsi terlebih dahulu. Sementara tiga relawan yang tersengat aliran listrik, kondisinya berangsur membaik.

Dari penyelidikan sementara pihak  Polsek Samarinda Kota, api diketahui membesar dari kios sembako yang terdapat di depan bangunan bengkel serta gudang.

Api membesar dari bagian belakang kios yang akhirnya menyebar ke bangunan lainnya.

“Dari bagian belakang kios, lalu merambat ke bangunan lainnya, yang di dekat kios itu, hingga merambat juga ke rumah makan,” ucap Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Ipda Abdillah Dalimunthe, Kamis (23/5/2019).

Namun demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab munculnya api. Diduga, korsleting listrik jadi penyebab munculnya api. “Sementara ini diduga seperti itu (korsleting listrik),” imbuhnya.

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi atas kejadian tersebut.

“Dua saksi sudah kita mintai keterangan. Untuk sekitar lokasi kejadian telah kita pasang garis polisi, karena penyelidikan masih kita lakukan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, meski lokasi kebakaran berada di tengah kota, dan berada di pinggir jalan utama, namun proses pemadaman tergolong cukup lama.

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 06.15 Wita, dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 Wita.

Kepala Dinas Damkar Kota Samarinda, Nursan menjelaskan, mendapatkan informasi adanya kebakaran, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian, termasuk unsur relawan.

Proses pemadaman terkendala karena sebagian bangunan terkunci, hal itu diperparah dengan banyaknya barang-barang di dalam bangunan yang mudah terbakar.

Pasalnya yang terbakar merupakan bangunan bengkel, rumah makan, gudang, dan toko sembako.

“Kendalanya karena bangunan terkunci, lalu isinya barang-barang yang mudah terbakar, seperti ban dan oli,” jelasnya, Kamis (23/5/2019).

“Di luar dugaan kami, biasanya kurang dari satu jam bisa dipadamkan, kali ini lebih dari sejam,” sambungnya.

Selain itu, aliran listrik yang masih menyala, membuat petugas tidak leluasa dalam melakukan pemadaman. Bahkan, akibat listrik yang tidak padam saat kejadian itu, tiga anggota relawan yang tersengat listrik.

“PLN juga harusnya standby saat terjadi kejadian, listrik harus segera dipadamkan jika terjadi kebakaran. Ada relawan yang tersengat listrik,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, semua instansi dapat menjalankan tugasnya masing-masing. Nursan menilai, koordinasi di lapangan saat terjadi kebakaran masih sangat lemah.

Bahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengundang sejumlah instansi yang berkaitan dengan terjadinya musibah kebakaran, seperti Satpol PP, kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, hingga PLN.

“Kita maunya ada SOP yang harus dijalankan saat ada kebakaran, siapa yang atur lalu lintas, mengamankan lokasi, masa kita yang semprot air, kita juga yang atur lalu lintas,” ungkapnya.

Dari data yang ada, selama bulan Ramadhan, telah terjadi lima kali kebakaran di kawasan permukiman warga. (*) 

Subscribe official YouTube Channel

BACA JUGA:

Pilot Jepang Ungkap Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH-370, Ada Hal Yang Disembunyikan

Divonis Sulit Punya Anak, Ustaz Solmed Pernah Diminta Menikah Lagi, Simak Pengakuan April Jasmine

BERITA terkini: Wapres Jusuf Kalla Buka Suara Terkait Demo 22 Mei 2019, ‘Tak Mengubah Hasil Pemilu’

KABAR TERKINI Demonstran Tinggalkan Lokasi Perempatan Sarinah Jakarta, Beri Salam Polri dan TNI

Pemerintah Rilis Daftar Tiga Kelompok Dibalik Kerusuhan 22 Mei Jakarta, Incar Tembak Pejabat

— ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!