Berikut Resep dari Gubernur Kaltara Irianto, Perihal Opini WTP 5 Kali Berturut-turut

oleh

Uri.co.id, TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie berbagi resep mengapa Pemprov Kalimantan Utara bisa mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima tahun berturut-turut.

Sebagaimana diketahui, Pemprov Kalimantan Utara, Senin (20/5/2019) kembali meraih  opini WTP dari BPK RI dari Hasil Pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemprov Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2018.

Hasil Pemeriksaan itu diserahkan anggota VI BPK RI Harry Azhar Azis kepada Gubernur Irianto dan Ketua DPRD Marten Sablon di kantor DPRD Kalimantan Utara.

Opini WTP diraih Pemprov Kalimantan Utara pada LKPD Tahun Anggaran 2014, Tahun Anggaran 2015, Tahun Anggaran 2016, Tahun Anggaran 2017, dan Tahun Anggaran 2018.

“Resepnya adalah pengalaman. Dengan pengalaman itu, kita banyak belajar. Dulu Sebagai Sekda Kaltim, kami Alhamdulillah, mengantarkan Kaltim mendapatkan WTP pertama.

Kemudian dipertahankan sampai 3 kali berturut-turut,” ujar Irianto kepada Uri.co.id di Bandara Tanjung Harapan usai mengantarkan Harry Azhar Azis bertolak ke pulang ke Jakarta.

Kedua, jaringan atau networking dengan semua yang berkompeten seperti BPK dan Inspektorat.

“Inspektorat kita dorong bekerja berintegritas, profesional, dan memiliki pengetahuan yang makin baik. Pak Ramli (Inspektur/Kepala Inspektorat Kalimantan Utara) bekerja bagus dengan stafnya,” kata Irianto.

Selain itu, dukungan Kepala OPD dan Sekprov sebagai koordinator juga sangat berarti atas raihan WTP.

“Intinya juga leadership di pemerintahan juga salah satu kunci. Kalau kepala daerah itu tidak ada komitmen untuk berbuat, maka susah,” ujarnya.

Dengan opini WTP ini, Pemprov Kalimantan Utara akan diganjar insentif dari pusat dengan kisaran Rp 50 sampai Rp 70 miliar.

“Mudah-mudahan kita tetap dapat, tidak ada perubahan lagi,” ujarnya.

Kunci lain Pemprov Kalimantan Utara bisa mempertahankan opini WTP, karena menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern yang efektif dan efisien sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Pengelolaan keuangan berbasis teknologi informasi yang terintegrasi sejak perencanaan, penganggaran, penatausahaan sampai pelaporan juga dilaksanakan dengan baik.

Peningkatan efektivitas manajemen aset melalui pengintegrasian pengelolaan aset berbasis IT terus diterapkan.

“Kita juga melakukan peningkatan kemampuan sumber daya manusia bidang keuangan dan asset melalui bimbingan teknis dengan instansi terkait,” ujarnya.

Yang tidak kalah penting, dilakukan peningkatan peran pengawasan yang berintegritas melalui peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Provinsi Kalimantan Utara.

“Sehubungan dengan WTP ini, kita akan umrohkan satu atau 2 orang dari APIP Inspektorat. Salah satunya, Pak Ramli,” ujarnya. (*)

BACA JUGA

Ramalan Zodiak Hari Ini Senin, Soal Cinta, Aquarius Berjumpa Jodoh, Hati Capricorn yang Bersemangat

Game of Thrones Season 8 Episode 6 Senin Pukul 08.00 WIB: Berikut Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Link!

Partai Demokrat Bersama 02 Sampai 22 Mei dan Ferdinand Hutahaean Tarik Dukungan dari Prabowo-Sandi

Sejarah Pemberian THR dan Orang yang Pertama Kali Mencetuskannya, Serta Cara Penghitungannya

Mau Menukarkan Uang untuk Lebaran 2019 ? Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Menyesal

Like dan follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!