Lempar-lemparan Sandal di Sungai, Murid Kelas II SD di Samarinda Tenggelam

oleh

Uri.co.id, SAMARINDA – Murid Kelas II Sekolah Dasar (SD) tenggelam di sungai Karang Mumus, Sungai Dama.

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.15 Wita, Jumat (17/5) siang tadi, tepat di sekitar jembatan Sungai Mahakam.

Kondisi air yang tengah surut, membuat korban dan teman-temannya memilih untuk bermain air di sungai.

Padahal, korban izin keluar rumah untuk bermain petasan bersama teman-temannya.

“Izin sama saya mau main petasan, tapi tiba-tiba temannya datang beri tahu dia (korban) hanyut,” ucap Nur Asikin (45), ibu korban, Jumat (17/5/2019).

“Dia tidak bisa berenang, tapi karena sungai lagi surut, makanya dia turun,” katanya.

Sebelum meninggalkan rumah, korban sempat meminta untuk dibuatkan mie instan, setelah selesai makan siang, korban langsung izin keluar rumah.

“Habis pulang sekolah, sempat makan mie dulu. Dia habis ujian tadi di sekolah,” ucapnya lirih.

Sementara itu, Indra (8) teman korban mengatakan, saat itu dirinya bersama tiga orang temannya, termasuk korban bermain kembang api di pinggir sungai.

Lalu, korban dan seorang temannya memilih untuk bermain air di tengah sungai. Saat itu, dirinya melihat korban dan temannya sedang bermain lempar-lemparan sandal.
PENCARIAN - Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di sungai Karang Mumus, Jumat (17/5/2019).

PENCARIAN – Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di sungai Karang Mumus, Jumat (17/5/2019). ( KALTIM / CHRISTOPER D)

Saat korban hendak mengambil sandal itulah, korban hanyut dan tenggelam.

“Kami main di pinggir saja, tapi dia (korban) main sampai ke tengah, saat itu air lagi surut. Mereka main lempar-lemparan sandal,” jelasnya.

Bahkan, beberapa teman korban sempat berusaha menolong, namun karena arus cukup deras, membuat korban tidak tertolong.

Korban merupakan warga Jalan Pesut, Gang 6, RT 16, Sungai Dama.

Hingga pukul 16.30 Wita, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang merupakan anak terakhir dari empat bersaudara.

Sementara itu, Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda, AKP Aldi Alfa Faroqi mengungkapkan, setelah mendapati laporan adanya orang tenggelam, pihaknya langsung mendatang lokasi kejadian.

Setelah mendapatkan kepastian, serta data mengenai kejadian itu.

Pihaknya lalu menurunkan dua unit speed boat guna melakukan pencarian awal.

“Benar ada anak yang tenggelam. Kita langsung turunkan speed untuk turut serta melakukan pencarian bersama Basarnas dan unsur relawan,” ucapnya singkat. (*)

BACA JUGA

TERPOPULER – Prediksi Mahfud MD soal Situasi yang Bakal Terjadi 22 Mei Nanti

Guru SMA Ungkap Perilaku Hairul Anas Suaidi, Pencipta Robot Pemantau Situng KPU

Pelaku Mutilasi Kasir Indomaret Vera Terus Diburu, Warga Sebut Prada DP Menyamar Jadi Kuli Bangunan

TERPOPULER – Setelah Dicoret Persib Bandung, 2 Pemain Ini Disebut Sudah Punya klub Baru

Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat (17/5/2019) Cancer Ada Seseorang yang Menarik Perhatian, Libra Bosan

Like and Follow Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel

()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!