Rutan Berau Ajukan 470 Warga Binaan Dapat Remisi, Mulai 15 Hari sampai 2 Bulan

oleh

Uri.co.id, TANJUNG REDEB – Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb, telah mengajukan 470 nama warga binaannya, untuk mendapat remisi perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah.

Kepala Rutan Klas IIB Tanjung Redeb, Dwi Hartono mengatakan, usulan tersebut sudah diajukan ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Kalimantan Timur di Samarinda awal bulan Mei lalu.

Dwi Hartono menjelaskan, remisi yang diajukan terdiri dari remisi pengurangan masa tahanan bagi 149 warga binaan.

Sisanya, sebanyak 321 warga binaan yang terkait dengan kasus pidana korupsi, narkotika dan terorisme, seperti yang diatur dalam,

Peraturan Pemerintah (PP) nomor 99 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Seperti diketahui, dari 827 narapidana di Rutan Tanjung Redeb, mayoritas terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Jika dilihat dari jumlah nama yang diajukan untuk mendapat remisi, itu artinya pihak Rutan Tanjung Redeb mengusulkan lebih dari separuh warga binaan untuk mendapat remisi.

Dwi Hartono mengatakan, usulan remisi ini berdasarkan beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh warga binaan.

Berkelakuan baik merupakan syarat utama untuk mengusulkan warga binaan mendapatkan remisi. Syarat lainnya, warga binaan telah menjalani masa tahanan dua pertiga dari hukuman.

Soal pengurangan masa tahanan, Dwi Hartono mengatakan, pengurangan masa tahanan bervariasi. Ada yang diusulkan mendapat pengurangan 15 hari hingga dua bulan.

“Pengurangan masa tahanan satu bulan, kami usulkan sebanyak 395 orang. Untuk pengurangan masa tahanan dua bulan, hanya tiga orang yang kami usulkan,” ungkapnya.

Dwi Hartono belum dapat memastikan, kapan usulan remisi itu akan ditanggapi. “Untuk usulan remisi sudah kami sampaikan ke kanwil.

Itu juga sampai sekarang masih dalam proses. Kalau nanti di antara nama yang kami usulkan itu membuat keributan, bisa saja kami cabut usulan itu,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari Kemenkumham, untuk memastikan nama-nama narapidanan yang disetujui mendapat remisi Hari Raya Idul Fitri.

“Biasanya H-2 Idul Fitri itu sudah dikeluarkan namanya dari Kemenkumham,” tandasnya. (*)

BACA JUGA:

Ricuh Laga PSS Sleman vs Arema FC, Ini Pengakuan Penonton yang Berdarah Terkena Serpihan Keramik

Putra Sulung Terduga Perekam Video Penggal Kepala Jokowi: Ibu Saya Enggak Sengaja Merekam Itu

Terkuak Pengakuan Terduga Pelaku Pemutilasi Wanita di Malang, Gunting Taman Jadi Alat Mutilasi

Exco PSSI: Bentrokan Suporter PSS Sleman dengan Arema FC Gara-gara Ada 20 Provokator

TERPOPULER – 2 Pemain Naturalisasi Persib Bandung tak Bisa Tampil di Laga Perdana Liga 1 2019

Like dan follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!