Jadi Korban Kecelakaan di Jalan, Begini Cara Urus Klaim dan Santunan Jasa Raharja

oleh

Uri.co.id, BALIKPAPAN – Jasa Raharja memberi perlindungan keselamatan bagi pengguna jalan raya, mulai dari pejalan kaki, motor hingga mobil bila terlibat insiden kecelakaan.

Jaminan pengobatan di rumah sakit, hingga santunan Jasa Raharja tersebut wajib diberikan negara terhadap warga yang mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan.

Hal itu sesuai dengan perintah Undang Undang Nomor 33 Tahun 1964 dan Undang Undang Nomor 34 Tahun 1964, setiap Warga Negara Indonesia (WNI) telah dilindungi oleh asuransi Jasa Raharja.

Kepala Cabang Jasa Raharja Kaltim, Dasrul Aswad melalui Kabag Operasi Masril Hulima menjelaskan, sumber pembiayaan Jasa Raharha itu sendiri tak lain merupakan dari masyarakat.

Perhatikan saja STNK kendaraan di kolom SWDKLLJ, pasti terteran besaran nilai rupiah.

Bila kendaraan roda dua Rp35 ribu.

SWDKLLJ adalah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaaan Lalu Lintas Jalan, artinya setiap tahun warga negara mengasuransikan keselamatan dirinya di jalan.

Dengan membayar iuran dan sumbangan wajib itu, masyarakat sudah membantu meringankan beban korban kecelakaan lalu lintas.

“Biaya perawatan maksimal Rp20 juta, lebih dari itu dia anggota BPJS, sisa biaya diserahkan klaimnya ke BPJS,” katanya.

Kini data jasa raharja sudah terintegrasi online dengan kepolisian, rumah sakit, dinas kependudukan dan catatan sipil, jadi persyaratan lebih mudah untuk mendapatkan santunan Jasa Raharja.

Kalau dulu, orang membayar terlebih dahulu untuk dapat kuitansi kemudian ditukar ke Jasa Raharja, maka saat ini hal tersebut tidak lagi diperlukan.

Karena pihak Jasa Raharja akan mendatangi pasien kecelakaan dengan melakukan jemput bola.

Mereka memiliki petugas keliling atau petugas mobile service yang setiap harinya mendata korban di rumah sakit dan kepolisian.

“Dengar kecelakaan langsung datangi keluarga korban, ke TKP, langsung ke polisi juga untuk pembuktian kejadian.

Kami Survey TKP, keluarga korban bantu untuk lengkapi berkas-berkas.

Hari itu juga kalau lengkap, sudah bisa selesai klaim dan santunan,” ungkapnya.

Berikut cara melakukan klaim asuransi Jasa Raharja:

1. Meminta surat keterangan kecelakaan dari Unit Lakalantas Polres setempat atau instansi serupa yang memiliki wewenang. Laporan polisi berikut SIM dan STNK

2. Membuat surat keterangan kesehatan atau kematian dari rumah sakit.

3. Membawa identitas pribadi korban (asli dan fotokopi) seperti: Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Nikah

4. Mengunjungi kantor Jasa Raharja dan mengisi formulir, di antaranya: formulir pengajuan santunan, formulir keterangan singkat kecelakaan, formulir kesehatan korban, Keterangan ahli waris jika korban meninggal dunia.

5. Menyerahkan formulir serta melampirkan dokumen pendukung kepada petugas.

Berikut syarat yang diperlukan untuk menerima klaim pengobatan rumah sakit, hingga santunan kecelakaan:

1. Laporan polisi (termasuk SIM dan STNK)
2. KTP + KK + Surat Nikah (bagi yang sudah)
3. Kuitansi asli biaya perawatan rumah sakit
4. Surat keterangan ahli waris dan kematian

Untuk mempercepat proses pencairan, pastikan telah mengisi formulir dengan lengkap dan sesuai dengan data yang dimiliki.

“Selain itu, persiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan agar tidak perlu melakukan dua kali klaim,” ujarnya. Biasanya berkas akan diproses petugas dalam waktu 2 hingga 24 jam. (*)

BACA JUGA:

Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa (14/5/2019) Aries Ada Romansa Hari Ini, Gemini Perlu Coba Hal Baru

Setelah Singapura Temukan Monkey Pox, Batam Waspada, Berikut Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air

Lewati Musim Perdana di Indonesia, Bojan Malisic Mengaku Ingin Pensiun di Persib Bandung

UPDATE Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo; Selasa 14 Mei, Data Masuk 80,61%

Istri Atur Siasat Bareng PIL untuk Habisi Suami, Ini Masalah yang Memicunya

Like dan Follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!