BREAKING NEWS – Polisi Tangkap Pemuda yang Mengancam akan Penggal Kepala Jokowi, Fotonya Beredar

oleh

Uri.co.id – Minggu (12/5/2019) polisi akhirnya mengamankan HS, pemuda yang dalam video sesumbar akan memenggal kepala Jokowi. 

HS, pemuda tersebut ditangkap polisi di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor sekitar pukul 08.00 WIB.

Video seorang pemuda menyatakan akan penggal kepala Jokowi ini viral. 

Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pemuda itu masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Pemuda berusia 25 tahun itu sempat menghebohkan dan aksinya yang terekam video viral akhir pekan lalu.

Menurut Argo, pemuda itu melakukan pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI dengan mengucapkan kata-kata ‘Dari Poso nich, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah’.

Entah apa yang ada di benak pemuda ini sehingga berani berbuat onar dengan mengancam Presiden Jokowi seperti itu. 

Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita berdemonstrasi di depan Gedung Bawaslu, Jumat (11/5/2019) lalu, beredar viral.

Di video itu lalu muncul pria yang mengenakan jaket cokelat dan berpeci, dan‎ menyerukan ancaman siap memenggal kepala Jokowi.

“Siap penggal kepala Jokowi. Insyaallah, insyaallah penggal kepala ‎Jokowi. Jokowi siap kepalanya kita penggal,” kata laki-laki yang mengaku berasal dari Poso, Sulawesi Tengah tersebut, dalam video berdurasi 1,34 detik.

Imbas dari video tersebut, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer melaporkan ancaman itu ke Polda Metro Jaya, Sabtu (11/5/2019).

Guna melengkapi laporannya, Immanuel turut membawa barang bukti pendukung, mulai dari rekaman video hingga beberapa gambar saat aksi unjuk rasa berlangsung.

“Ancaman tersebut sangat mengerikan, menakutkan. Yang rekam video dan yang mengancam, dua-duanya kami laporkan,” tutur Immanuel di Polda Metro Jaya.

Seusai membuat laporan dengan nomor LP/2912/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, Immanuel berharap polisi bisa bergerak cepat melakukan penyelidikan, penyidikan, dan membawa pelaku ke meja hijau.

Dalam laporan tersebut, terduga pelaku diancam dengan Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa, dan Pasal 27 ayat 4 jo Pasal 45 ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Sebelumnya, beredar sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang wanita yang berdemo di depan Kantor Bawaslu pada Jumat (11/5/2019) lalu.

Tak lama, muncul seorang pria menyebut ‘penggal kepala Jokowi’ dalam video itu.

Ia secara terang-terangan mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Hal ini seperti dikutip dari unggahan akun Twitter @yusuf_dumdum yang mengunggah sebuah postingan pada 11 Mei 2019.

“Siapa kamu mau penggal kepala Presiden RI?

Tolong segera ditangkap orang ini. Cc @DivHumas_Polri @CCICPolri,” tulis @yusuf_dumdum dalam postingannya.
Video yang viral, pemuda yang mengaku asal Poso ancam penggal kepala Jokowi.

Video yang viral, pemuda yang mengaku asal Poso ancam penggal kepala Jokowi. (Twitter @yusuf_dumdum/Instagram @jokowi)

Dalam video berdurasi 20 detik tersebut, tampak seorang pria berjaket cokelat melontarkan ancamannya kepada Presiden RI.

Video yang tampaknya direkam di tengah kerumunan massa itu, secara jelas memperlihatkan pria berjaket cokelat memberi ancaman kepada Jokowi.

“Dari Poso nih, siap penggal kepalanya Jokowi,” ujarnya di hadapan kamera.

“Insyaallah… insyaallah… Allahuakbar,” lanjut pemuda berjaket cokelat itu.

“Allahuakbar…,” sahut ibu-ibu berbaju putih yang tampak sedang merekam video tersebut.

“Siap penggal palanya Jokowi,” ujar pemuda berjaket cokelat lagi.

“Kita dobrak nih, nomer dua,” ujar ibu-ibu lain berbaju biru.

“Jokowi siap, lehernya kita penggal!, dari Poso, demi Allah,” tambah pemuda berjaket cokelat itu lagi.

Meski demikian, tak diketahui identitas pemuda dalam video viral yang telah ditonton lebih dari 35,5 ribu kali itu.

Beredar di Medsos

Kabar penangkapan pemuda tersebut juga telah beredar di media sosial. 

Sebuah postingan akun Instagram @m.sabilul_alif Minggu (12/5/2019), mengunggah fotonya

“Kalau sudah pose seperti ini, apa yang ada dipikiran teman-teman? Geram, syukurin, lega, mau nabok dg sandal, didoakan kembali kembali kepada jalan yang benar dll, semua peraaaaan itu ada di benak sahabat semua, tapi apakah itu bisa menghilangkan semua pengaruh yang sudah masuk di kepala mereka.”

Pemuda yang ancam akan penggal leher jokowi berhasil diciduk Polisi.

“Itu tugas dan tanggung jawab kita semua untuk mengawal NKRI ini dari pengaruh apapun yang dapat mencerai berai persatuan dalam bingkai kebhinekaan “UNITY IN DIVERSITY”,” demikian yang ditulis dalam postingan akun Instagram @m.sabilul_alif

Dalam postingannya, nampak sebuah foto yang menunjukkan sosok pria memakai jaket merah tua dan peci.

Apabila diperhatikan, memang sosok pria tersebut cocok dengan pria yang ada dalam video pengancaman Presiden Jokowi.

Ancaman Kepada Jokowi

Ancaman kepada Jokowi bukan kali ini saja terjadi.

Bahar bin Smith, terdakwa kasus penganiayaan dua remaja, juga pernah mengeluarkan pernyataan bernada ancaman kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataannya soal Jokowi itu dikatakan Habib Bahar bin Smith saat ditemui sejumlah wartawan, seusai menjalani sidang beragenda pembacaan tanggapan tertulis dari Jaksa Penuntut Umum, atas eksepsi dari tim kuasa hukum terdakwa.

“Saya sampaikan kepada Jokowi, tunggu saya keluar. Ketidakadilan hukum, ketidakadilan hukum dari Jokowi, akan dia rasakan pedasnya,” kata Habib Bahar bin Smith saat keluar ruangan sidang di Gedung Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bandung, Jalan Ambon, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/3/2019).

Habib Bahar bin Smith mengatakan hal tersebut sembari berjalan keluar dari ruang persidangan.

Ketika itu, Habib Bahar bin Smith tetap dikawal sejumlah personel kepolisian.

Pada persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum menolak seluruh eksepsi yang disampaikan tim kuasa hukum terdakwa pada persidangan sebelumnya, Rabu (6/3/2019) pekan lalu.

Sebelumnya, Bahar bin Smith menyandang status tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan anak.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, yang bersangkutan kini telah ditahan oleh Polda Jawa Barat.

“Ya, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik Polda Jawa Barat,” ujar Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi, Rabu (19/12/2018).

Ia mengatakan, penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat menahan Bahar bin Smith setelah penyidik memiliki alat bukti yang cukup.

Jenderal bintang satu itu juga mengatakan Bahar bin Smith ditahan agar tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

“Penahanan ini dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya,” jelas Dedi Prasetyo.

Mabes Polri membeberkan alasan penahanan terhadap Bahar bin Smith di Polda Jawa Barat, Selasa (18/12/2018).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, penahanan dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan akan melarikan diri.

“Adanya informasi tersangka BS akan melarikan diri dan adanya perintah dari pimpinan tertingginya untuk diamankan,” ujar Dedi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/12/2018).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu tak merinci atau menjelaskan siapa pimpinan tertinggi yang dimaksud.

Ia hanya menegaskan berdasarkan informasi tim penyidik di lapangan, Bahar bin Smith telah menggunakan alat komunikasi dan memakai nama inisial Rizal.

Polda Jawa Barat pun kemudian memiliki dua opsi, yakni penangkapan paksa atau pemanggilan tersangka untuk diperiksa.

“Bila dalam upaya paksa tidak mungkin dilakukan, maka dapat dilakukan penegakan hukum biasa, berupa pemanggilan tersangka kepada BS,” jelasnya.

Jenderal bintang satu itu menjelaskan penahanan Bahar bin Smith dilakukan dengan alasan kuat dari penyidik. Yang bersangkutan, kata dia, terlibat dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

“(Penahanan) Untuk kasus penganiayaan dilakukan oleh tiga orang dan korban masih di bawah umur,” terangnya.

Kasus dugaan penganiayaan anak oleh Bahar bin Smith diduga terjadi di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018).

Atas perbuatannya, Bahar bin Smith dijerat pasal 170 juncto pasal 351 juncto pasal 333 juncto pasal 55 ayat (1) KUHP, dan pasal juncto pasal 80 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, berdasarkan keterangan dalam pemeriksaan, Bahar bin Smith melakukan penganiayaan karena korban saat di Bali mengaku sebagai dirinya.

“Alasan dari hasil pemeriksaan, korban saat di Bali mengaku sebagai BS. Itu aja permasalahannya. kemudian langsung dijemput paksa di rumah, langsung dilakukan penganiayaan, pukul 10-11 malam baru dikembalikan. Maka orangtuanya tak diterima lalu dilaporkan ke kepolisian,” katanya dalam tayangan di Metro TV

(*)

 Wartakotalive  BREAKING NEWS: Pemuda yang Sesumbar Penggal Kepala Presiden Jokowi Ditangkap Polisi, http://wartakota.Uri.co.id/2019/05/12/pemuda-yang-sesumbar-penggal-kepala-presiden-jokowi-ditangkap-polisi?page=all.
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi

grid.id BREAKING NEWS: Pemuda yang Ancam Akan Penggal Kepala Jokowi Berhasil Diciduk Polisi

BACA JUGA

Billy Syahputra Disebut Sunting Model Elvia Caroline, Raffi Ahmad: Habis Lebaran Doain Saja

TERPOPULER – Atep Kenakan Jersey Persib Bandung, Sinyal Kembali Bergabung?

Ramalan Zodiak Hari Ini Minggu (12/5/2019) Kekasih Capricorn Bingung, Aries Penuh Kasih

TERPOPULER – Klarifikasi Pria yang Dikait-kaitkan dengan Video Orang Berniat Penggal Kepala Jokowi

Diduga Pelaku yang Memutilasi Kasir Minimarket, Begini Sosok DP Mantan Pacar Vera Oktaria

Like and Follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel
()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!