Ibu Kota Negara Pindah, JK Sebut ASN Sejumlah Instansi Ini Juga Akan Dipindahkan ke Lokasi Baru

oleh

Uri.co.id – Wacana ibu kota negara pindah dari Jakarta ke luar Pulau Jawa terus bergulir.

Sejak Presiden Jokowi memutuskan Ibu kota negara pindah, rencana ini tampaknya bakal segera direalisasikan.

Salah satu alasan yang mengemuka ibu kota negara pindah ke luar Pulau Jawa adalah kepentingan administratif.

Dilansir oleh Uri.co.id, keputusan ibu kota negara pindah ke luar Pulau Jawa yang diambil Jokowi setelah dilakukan rapat terbatas dengan sejumlah menteri di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (24/4/2019).

Usai rapat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, sebelum akhirnya diputuskan ibu kota negara dipindah, ada 3 alternatif yang diusulkan kepada Presiden tentang rencana pemindahan ibu kota negara.

Pertama, Ibu Kota tetap di Jakarta tetapi daerah seputaran Istana dan Monas dibuat khusus untuk kantor-kantor pemerintahan, kementerian, dan lembaga.

Alternatif kedua, pusat pemerintahan pindah ke luar Jakarta, tetapi masih dalam radius sekitar 50-70 km dari Jakarta.

Alternatif ketiga adalah memindahkan Ibu Kota ke luar pulau Jawa, khususnya mengarah kepada kawasan timur Indonesia.

“Dalam rapat tadi diputuskan, Presiden memilih alternatif ketiga, yaitu memindahkan Ibu Kota ke luar Jawa.

Ini barangkali salah satu putusan penting yang dilahirkan hari ini,” kata Bambang sebagaimana dilansir Uri.co.id, Senin (29/4/2019).

1,5 Juta ASN bakal dipindahkan

Wakil Presiden Jusuf Kalla memprediksi dibutuhkan sekitar 400.000 rumah untuk ASN kementerian dan lembaga beserta keluarganya yang pindah ke ibu kota baru.

Hal itu disampaikan Kalla saat ditanyai jumlah ASN yang perlu dipindahkan jika ibu kota dipindah ke luar Jakarta.

“Otomatis seluruh ASN diperkirakan harus pindah 1,5 juta orang, termasuk keluarga. Jadi harus membangun minimum kira-kira 400.000 rumah. Jadi rumah bermacam-macam. Tentu tidak rumah tipe 36. Jadi ini suatu proses yang panjang, kan tiba-tiba semua sistem itu harus diubah,” kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Kalla mengatakan, setidaknya ASN dari tiga cabang kekuasaan yakni eksekutif yang meliputi lembaga kepresidenan, serta legislatif yaitu DPR, dan yudikatif yakni Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK), harus pindah ke ibu kota baru.

Ia optimistis pemindahan ibu kota negara tak akan menguras APBN sebab banyak skema pembiayaan yang bisa dilakukan.

Kalla mencontohkan pembangunan wilayah khusus pemerintahan Malaysia di Putrajaya yang banyak berasal dari swasta.

“Di negara lain juga begitu. Di Malaysia itu sistem sewa malah. Yang bikin itu Petronas. Pertaminanya. Itu yang bikin baru kemudian pemerintah menyewa. Berbagai macam scheme,” ujar Kalla. Boleh juga scheme re-use lah,” lanjut Kalla.

Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak main-main terkait rencana pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi di hadapan para kepala lembaga tinggi negara saat acara buka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, kemarin (6/5/2019) sore.

“Kita serius dalam hal ini karena sejak tiga tahun yang lalu sebetulnya ini telah kita bahas internal. Kemudian 1,5 tahun yang lalu kami minta Bappenas untuk melakukan kajian-kajian yang lebih detail baik dari sisi ekonomi, sosial-politik, dan juga dari sisi lingkungan,” ujar Presiden.

Baca juga:

TERPOPULER – Inilah Sosok Suami Inka Christie, Pria Berusia 12 Tahun Lebih Muda Darinya

BEREDAR Lagu Baru Nissa Sabyan feat Adam Ali Berjudul Al Barq Al Yamani, Ini Video dan Liriknya!

Penyanyi Religi Opick Boyong Rambut Nabi Muhammad SAW dari Turki, Terbungkus Kain Hijau

TERPOPULER – Buntut Panjang Cuitan Rizal Ramli Didatangi Letkol AD yang Kini Diburu

TERPOPULER – Soal Pemindahan Ibu Kota Negara, Jokowi Sebut Bukit Soeharto Kaltim Sangat Mendukung

Like Fanpage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe Official YouTube

Uri.co.id “Wapres Prediksi Perlu 400.000 Rumah untuk ASN di Ibu Kota Baru” ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!