Balapan Liar Marak Terjadi, Polisi Sita Motor, Termasuk Menerapkan Denda Maksimal Sebesar Rp 3 Juta

oleh

Uri.co.id, SAMARINDA – “Pebalap” musiman yang kerap beraksi pada bulan Ramadhan alias balapan liar kembali marak terjadi.

Sejak hari pertama Ramadhan 2019, Senin (6/5) kemarin, aksi kebut-kebutan di jalan umum telah terjadi. Aksi balapan liar ini pun membuat masyarakat resah.

Kepolisian juga tegas dalam menertibkan aksi balapan liar, tak hanya membubarkan aksi yang kerap dilakukan pada subuh dini hari itu, namun kepolisian juga menyita kendaraan peserta balap liar.

Sebelum menyita dan menilang motor peserta balapan liar, Kepolisian juga melakukan pembinaan di tempat, selain memberikan nasehat, juga diberi hukuman berupa push up, squat jump, dan hukuman sosial lainnya, setelah itu dipanggil orangtuanya untuk menjemput anaknya.

Motor yang disita polisi, tidak dapat dengan mudah diambil oleh pemiliknya setelah mengurus seluruh kelengkapan tilang, namun baru akan dikembalikan usai Lebaran 2019 mendatang.

Denda tilang atas pelanggaran akibat balapan liar ini juga tidak sedikit, sesuai dengan Pasal 297 Jo Pasal 115 huruf b, Undang-Undang LLAJ tentang mengemudikan kendaraan bermotor dengan berbalapan di jalan, dipidana 1 tahun atau denda maksimal Rp 3 juta.

“Memang kembali marak balapan liar, biasanya dilakukan mulai setelah tarawih sampai jelang sahur. Umumnya remaja yang dilakukan ini,” ucap Kasubbag Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan, Selasa (7/5/2019).

“Walaupun mereka sudah urus tilangnya, tapi kita tidak akan berikan sampai habis lebaran nanti,” sambungnya.

Petugas pun dituntut jeli dan cekatan dalam mengamankan peserta balapan liar, pasalnya tak jarang peserta balap liar berhasil melarikan diri dari sergapan petugas.

Penertiban tidak hanya dilakukan oleh personel Satlantas saja, namun juga Satsabhara Polresta Samarinda, termasuk personel Polsek di masing-masing kecamatan.

Di Samarinda, terdapat sejumlah titik yang kerap dijadikan sirkuit balapan liar, diantaranya disekitar jembatan Mahulu, sekitar Citra Land, jalan Siradj Salman, jalan Kesuma Bangsa, jalan A Yani, dan sekitar simpang mal Lembuswana.

“Kita sudah tahu lokasi yang sering dijadikan tempat balapan liar, dan jam-jamnya mereka mulai juga kita ketahui, jadi sebaiknya jangan lagi lakukan aksi terlarang itu,” ungkapnya.

Aksi balapan liar itu juga semakin semarak dengan banyaknya orang yang menonton. Biasanya penonton aksi kebut-kebutan ini berada di pinggir jalan, dan tidak jarang juga penonton ikut serta balapan liar.

Ditanya apakah ada indikasi taruhan maupun hal yang diperebutkan oleh peserta balapan liar, Danovan menilai saat ini pihaknya masih mendalami indikasi tersebut.

Namun demikian, dari pantauan Kepolisian sejauh ini, aksi balapan liar itu dilakukan tanpa ada taruhan maupun hal yang diperebutkan.

“Kalau memang ada, ya kita tindak dengan pasal perjudian. Kita masih dalami hal ini,” pungkasnya. (*)

(Uri.co.id, Christoper Desmawangga)

BACA JUGA:

Mengenal Abdul Majid Al Zindani, Pria yang Menikahi Putri Aa Gym, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Cara Mudah Bisa Khatam Al-Quran di Bulan Ramadhan

Salah Kaprah tentang Waktu Imsak, Ini Penjelasan Tepat Ustaz Adi Hidayat

Tata Cara Sholat Tarawih dan Shalat Witir di Ramadhan 2019, Panduan Sholat Sendiri dan Berjamaah

Hadang Wacana People Power ala Amien Rais, TKN Jokowi-Ma’ruf Siapkan Gerakan Tandingan

Like dan Follow Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube

()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!