Balikpapan Twin Sister Jakarta,Wawali Mengaku tak Kaget Jokowi Sebut Kaltim Soal Pemindahan Ibu Kota

oleh

Uri.co.id, BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengaku tak kaget mendengar rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan. Apalagi satu di antara 3 nama daerah adalah Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal itu bukan tanpa sebab. Lantaran 2 tahun sebelum ramainya rencana pemerintah memindahkan ibu kota, Rahmad Mas’ud sempat berdiskusi dengan elite partai di pusat, mulai dari frasksi partainya sendiri hingga staf ahli kepresidenan.

Poinnya adalah mengapa pemerintahan Jokowi-JK tak melirik Kaltim? Sebelumnya hanya 2 opsi wilayah pemindahan ibu kota, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Rahmad Mas’ud sempat terlibat diskusi panjang, ia mengurai keunggulan yang dimilik Kaltim, khususnya Balikpapan dan sekitar.

Seperti berhadapan langsung dengan ALKI II yang jadi jalur perdagangan internasional. Memiliki pelabuhan bertaraf internasional. Jangan lupakan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang jadi bandara internasional satu-satunya di Kalimantan.

Sementara tengok 2 daerah lainnya, katakanlah soal perdagangan. Bila diukur dari nilai-nilai ekonomis perdagangan, ongkos transportasi Kalteng dan Kalbar bakalan jauh lebih mahal ketimbang Kaltim. Lantaran mereka tak memiliki pelabuhan laut berskala internasional, dan jalur pusat perdagangannya melalui sungai.

Bagi pelaku usaha baik eksportir maupun importir harus ikat pinggang, sebab pengeluaran tinggi. Bila seperti itu implikasi paling ujung dampaknya dirasakan masyarakat melalui harga bahan pokok kehidupan. Bisa masuk sungai, namun kapasitasnya tak bisa banyak, selain itu makan biaya besar pula.

“Kalau pelabuhan laut (internasional) di Balikpapan, mau satu gunung dimuat, jadi. Itu kan minimalkan cost transport barang,” ujarnya, Minggu (5/5/2019).

“Indonesia ini negara kepulauan. Semua bahan baku (pangan, sandang dan papan) dari pulau ke pulau, sarana transportnya gunakan jalur laut,” tuturnya.

Nah, apalagi saat munculnya nama Balikpapan ke permukaan, menurut Rahmad Mas’ud secara geografis wilayah kota dengan julukan Beriman ini tak perlu diragukan. Bukan lahan gambut, kata Rahmad Mas’ud. Apalagi kalau bicara fasilitas dan perangkat publik. “Sarana dan prasarananya sempurna,” selorohnya sambil mengacungkan jempol.

Dari sisi manusia, masyarakat Balikpapan dan Jakarta saat ini ibarat pinang dibelah dua. Warganya heterogen, terdiri dari berbagai macam suku, budaya dan agama. Mereka semua berkumpul di Balikpapan. Sebab itu Balikpapan juga dijuluki miniaturnya Indonesia, lantaran keberagamannya.

“Kenapa tidak dijadikan Twin Sisternya Jakarta? saudara kembar Jakarta, menurut saya wajar dan pas sekali,” ucapnya.

Saat mencuat kembali soal pemindahan ibu kota yang kemudian menyebut nama Kaltim salah satunya. Ia tak menyebut bahwa hal itu karena dirinya, namun sedikit banyak obrolan yang dibangun jauh sebelum kebijakan pemerintah hari ini tentu berpengaruh.

“Ketika Kaltim disebut-sebut saya sudah gak kaget, bro. Sudahlah, untuk soal operasional pemerintahan gak perlu bangun bandara lagi, juga dengan pelabuhan, di sini semua tinggal menyempurnakan saja,” pungkasnya. (*)

(Uri.co.id, Muhammad Fachri Ramadhani)

BACA JUGA

Jadwal Sidang Isbat dan Live Streaming Penentuan 1 Ramadhan 1440 H/2019 di 3 TV Nasional

TERPOPULER – SBY Blak-blakan Soal Proses Pergantian Kapolri, Ada yang Coba Intervensi via SMS

Soal Skill Rene Mihelic, Begini Komentar Pelatih Anyar Persib Bandung, Robert Rene Alberts

OTT KPK di Balikpapan, Febri Diansyah: Hakim Diduga Terima Suap Rp100 Juta

Hasil Latihan Bebas Kedua FP2 MotoGP Jerez 2019, Danilo Petrucci Tercepat, Valentino Rossi Tercecer

Likes dan Follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!