TERPOPULER Live Streaming MTMA Minggu Pagi Ini, Denny Sumargo Jelajahi Hutan & Karst di Kutai Timur

oleh

Uri.co.id – Saksikan Live Streaming Trans TV acara My Trip My Adventure atau MTMA edisi hari ini Minggu (5/5/2019) pagi.

Live Streaming Trans TV My Trip My Adventure atau MTMA edisi kali ini akan mengupas ekspedisi di hutan pedalaman Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Rimbanya hutan yang berada di Kutai Timur, Kalimantan Timur membawa presenter My Trip My Adventure atau MTMA, Denny Sumargo pada hal-hal yang sulit untuk di lewati.

Cuaca yang tidak menentu dan gangguan satwa liar di sana turut andil dalam perjalanan MTMA kali ini.

Dalam uggahan Instagram @mtma_kutai_timur, tampak presenter MTMA Denny Sumargo juga mengunjungi kawasan Karst di Kutai Timur.

Salah satu kawasan Karst di Kutai Timur saat ini ramai jadi sorotan lantaran kebijakan pemerintah daerah yang berniat membangun pabrik semen di kawasan tersebut.

Pemprov Kaltim berencana membangun pabrik semen di kawasan Karts Sekerat-Selangkau, Kutai Timur.

Meski pemerintah, baik dari Pemprov Kaltim maupun Pemkab Kutim serta masyarakat setempat setuju, namun kalangan aktivis dan mahasiswa masih terus menggelorakan semangat penolakan pabrik semen.

Ajakan untuk menjaga kawasan Karst juga disuarakan tim My Trip My Adventure atau MTMA melalui video singkat yang menampilkan host Denny Sumargo.

Mari kita jaga karst dikutai timur,karena karst merupakan salah satu kepentingan dari ekosistem air dimana menjaga keseimbangan alam dengan lingkungan. Untuk itu mari kita bergerak untuk peduli dengan karst, Jangan sampai alam murka karena tidak bisa menjaga titipan ekositem yang baik untuk makhluk hidup disekitar !!!!” tulis akun @mtma_kutai_timur.

Penasaran lihat petualangan Denny Sumargo menjajal rimbanya hutan Kutai Timur di Kalimantan Timur?

Saksikan My Trip My Adventure atau MTMA edisi Survival, Minggu (5/5/2019) pukul 08.30 WIB.

Acara My Trip My Adventure atau MTMA Survival juga bisa disaksikan secara streaming melalui link Live Streaming Trans TV di bawah ini:

LINK 1

LINK 2

LINK 3

*Catatan: Jadwal sewaktu-waktu bisa berubah. Live Streaming Trans TV My Trip My Adventure atau MTMA hanya informasi untuk pembaca. Uri.co.id tidak bertanggung jawab terhadap kualitas dan copyright siaran Live Streaming Trans TV My Trip My Adventure atau MTMA.

Jalan Terjal Menuju Kawasan Karst di Kutai Timur

Lokasi usulan pendirian pabrik semen di Kabupaten Kutai Timur berada di kawasan pantai, antara Pantai Sekerat, Desa Sekerat, Bengalon dan Pantai Jepu jepu, Desa Selangkau, Kaliorang.

Menuju lokasi yang akan menjadi pabrik semen bukan hal mudah.

Pastikan kondisi tubuh dan kendaraan yang digunakan mumpuni di berbagai medan.

Karena selain perbukitan, jalan yang dilalui merupakan jalan berbatu, tanah liat hingga kawasan pasir.

Dari Sangatta menuju lokasi harus menempuh Jalan Poros Sangatta Bengalon sejak sekitar 70 Km.

Ada beberapa jalan alternatif untuk sampai di Desa Sekerat.

Jalan umum biasa disebut Jalan Beruang dan jalan tambang, melalui PT Dharma Henwa atau 14.000 biasa disebut.
Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang saat meninjau gua telapak tangan di kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat yang saat ini masih menduduki peringkat I pada Ajang Pesona Indonesia 2017.

Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang saat meninjau gua telapak tangan di kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat yang saat ini masih menduduki peringkat I pada Ajang Pesona Indonesia 2017. (HUMAS PEMKAB KUTIM/Nopi)

Untuk melalui jalan tambang, tidak mudah juga.

Proses perizinan yang sedikit njelimet dan harus menggunakan mobil pemandu dari perusahaan. Namun, kondisi jalannya lebih bagus, rata dan berbatu keras.

Alternatif lain menggunakan jalan umum, yakni melalui jalan layang tambang kemudian masuk jalan kecil dengan petunjuk jalan, menuju Pantai Wisata Sekerat.

Di jalan desa yang berbatu terjal ini akan melewati beberapa pintu pembatas jalau tambang.

Sekitar 1 jam perjalanan dari jalan utama untuk sampai ke Kantor Desa Sekerat.

Dari Kantor Desa Sekerat, menuju kawasan pantai sekitar 30 menit.

Melalui pemukiman penduduk yang umumnya berprofesi sebagai petani, peternak sapi dan nelayan.

Menyusuri kawasan Pantai Sekerat sekitar 15 menit, tibalah di lokasi rencana pembangunan pabrik semen milik PT Kobexindo.

Tepat di tepi pantai antara Pantai Sekerat dan Pantai Jepu jepu.

Hadirnya pabrik semen, sebenarnya mendapat dukungan dari warga Desa Sekerat.

Armadin, perwakilan warga kepada Uri.co.id menyatakan mendukung dibangunnya pabrik semen tersebut.

Dengan harapan, kesejahteraan masyarakat meningkat dan infrastruktur desa akan lebih memadai.

“Dengan adanya rencana pembangunan pabrik semen, kami semua setuju. Tapi dengan syarat, infrastruktur kami di sini dibangun. Listrik, air, sekolah dan fasilitas kesehatan terpenuhi,” ungkapnya.

Senada, Kades Selangkau, Hasbullah. Menurutnya, warga desa tidak ada yang menolak hadirnya pabrik semen di Desa Selangkau. Mereka mendukung agar segera berdiri. Dengan harapan, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

“Kami berharap pembangunan juga meningkat di desa kami. Lapangan pekerjaan terbuka lebar dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” ujarnya.

Dukungan terhadap rencana mega proyek tersebut, menurut Hasbullah, juga beranjak dari salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Kaliorang, H Amin.

Dia bercita-cita ada pabrik semen di Kaliorang. Karena ingin wilayah Kaliorang, khususnya Jepu-jepu, terbuka dan maju.

“Saat kami kanak-kanak, kami lihat , tempat kami ini susah sekali, terisolir dan harus jalan kaki. Kami ingin juga seperti daerah lain, yang lebih maju,” ujarnya.

Ketika sebagian warga protes pabrik semen, warga Jepu-jepu diam saja.

“Memang harus diakui, ada sebagian juga tidak setuju. Tapi kembali pada pribadi masing-masing. Tapi sudah sejak awal, masyarakat kami berharap berdirinya sebuah pabrik semen karena kami ingin maju,” ungkap Hasbullah.

Sebelumnya, dalam kesempatan bertemu masyarakat dua desa tersebut, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan warga dua desa sangat setuju dengan adanya rencana pembangunan pabrik semen di tempat mereka.

Asalkan, pembangunan dan kesejahteraan warga sekitar ditingkatkan.
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi ( KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO)

Kedua, lanjut Hadi, terkait rencana pembangunan sudah disampaikan pada investor bahwa aspek lingkungan tidak boleh dilanggar. Termasuk Kawasan Bentang Alam Karts (KBAK)

“KBAK dan lokasi yang akan jadi pabrik semen, berbatasan, tidak di area KBAK. Makanya kita akan ada buffer zone, supaya tidak menyentuh. Termasuk ketersediaan air baku yang ada di kawasan KBAK dan Sekerat tidak boleh terganggu dengan adanya aktifitas pabrik semen,” ungkap Hadi.

Lokasi seluas 822 hektare yang diusulkan investor, menurut Hadi, harus benar-benar dimanfaatkan secara maksimal, supaya ada buffer zone.

Pemerintah, berkewajiban melakukan kajian-kajian ilmiah lewat lembaga terkait, seperti ESDM, Badan Geologi dan Lingkungan Hidup.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang yang ikut mendampingi peninjauan lokasi rencana pembangunan pabrik semen, mengatakan hadirnya pabrik semen membuat Pemkab Kutim bangga. Karena ada investasi terbaik bagi Kutai Timur, maupun Kaltim.

“Kami tidak muluk-muluk. Lapangan pekerjaan terbuka dan imbas dari hadirnya perusahaan besar juga bisa dirasakan masyarakat sekitar. Roda perekonomian pasti berputar lebih cepat. Secara khusus kami di Kutim juga bisa lebih sejahtera. Sepanjang tidak merusak lingkungan kenapa nggak,” tandas Kasmidi.

(Uri.co.id/Syaiful Syafar)

Baca juga:

TERPOPULER – SBY Blak-blakan Soal Proses Pergantian Kapolri, Ada yang Coba Intervensi via SMS

SCG Sebut Ahmad Dhani tak Lolos jadi DPR RI dan 3 Artis Lainnya yang Sama Bertarung di Jatim

TERBARU Real Count KPU Sabtu (4/5/2019) pagi, Jokowi Masih Jaga Keunggulan dari Prabowo

OTT KPK di Balikpapan, Febri Diansyah: Hakim Diduga Terima Suap Rp100 Juta

Hasil Latihan Bebas Kedua FP2 MotoGP Jerez 2019, Danilo Petrucci Tercepat, Valentino Rossi Tercecer

Likes Fanpage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe Official YouTube Channel ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!