Jelang Ramadhan 2019, Personil Gabungan Razia THM di Kota Samarinda. Begini Hasilnya

oleh

Uri.co.id, SAMARINDA – Hari pertama penutupan tempat hiburan malam (THM), di Kota Samarinda, personel gabungan langsung melakukan inspeksi ke sejumlah THM.

Giat tersebut dilakukan Jumat (3/5/2019) malam tadi hingga sekitar pukul 00.00 Wita, Sabtu (4/5/2019) tengah malam.

Personel gabungan yang terdiri dari Sat Sabhara Polresta Samarinda, PM Samarinda, dan Satpol PP Kota Samarinda memulai perjalanan dari Mapolresta Samarinda, jalan Slamet Riyadi, Sungai Kunjang.

Sasaran pertama yang disasar yakni THM di jalan Nakhoda, berlanjut ke jalan Mulawarman, Jalan Pelabuhan, jalan Niaga Timur, jalan Imam Bonjol, dan jalan Gatot Subroto.

Dari THM yang didatangi petugas tidak ada THM yang beroperasi.

Pengecekan tidak hanya dilakukan di luar bangunan saja, namun petugas juga masuk ke dalam bangunan guna memastikan tidak ada aktivitas operasional.

Selain THM, petugas juga mendatangi sejumlah tempat rekapitulasi suara tingkat PPK, KPU Kaltim, KPU Samarinda, Bawaslu Kaltim, Bawaslu Samarinda dan gudang KPU.

“Kita ingin pastikan tidak ada THM yang buka, sesuai dengan surat edaran walikota.

Jadi, kita cek langsung ke lokasi,” ucap Kasat Sabhara Polresta Samarinda, Kompol Hari Widodo, Sabtu (4/5/2019).

Selama diperjalanan, petugas juga memberikan himbauan ke masyarakat mengenai kamtibmas.

Masyarakat diminta untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing tempat tinggal.

Untuk diketahui, per tanggal 3 Mei 2019, seluruh THM dan sejenisnya di Kota Samarinda diwajibkan tutup sementara hingga tanggal 10 Juni.
Personel gabungan melakukan pengecekan ke sejumlah THM. Hasilnya, tidak didapati THM yang beroperasi, Jumat (3/5/2019).

Personel gabungan melakukan pengecekan ke sejumlah THM. Hasilnya, tidak didapati THM yang beroperasi, Jumat (3/5/2019). (Uri.co.id/Christoper D)

Hal itu tercantum pada surat edaran Walikota Samarinda nomor 733/0566/011.04.

Perihal penutupan THM dan sejenisnya, serta rumah bilyard dan pengaturan jam operasional tempat hiburan umum (THU) pada bulan ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha 2019.

Surat edaran itu sendiri didasari dari surat peraturan walikota Samarinda Nomor : 32 tahun 2006 tentang ketentuan /jam operasional kegiatan usaha objek THM dan THU di Samarinda yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Dan surat keputusan walikota Samarinda Nomor 400/167/HK-KS/IV/2019 tanggal 15 April 2019 tentang penutupan THM dan sejenisnya serta rumah bilyard dan pengaturan jam operasional tempat hiburan umum (THU) pada Bulan Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha 2019.

Dari data yang terdapat disurat edaran tersebut, cafe, pub, bar, diskotik, tempat karaoke, panti pijat, spa, sauna, dan tempat penjualan minuman beralkohol harus ditutup sementara mulai hari Jumat (3/5/2019) hingga 10 Juni 2019.

Dan boleh kembali beroperasi pada 11 Juni 2019 untuk Bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Sedangkan untuk Idul Adha, harus tutup kembali mulai 8 Agustus 2019 hingga 14 Agustus 2019, dan boleh kembali beroperasi pada 15 Agustus 2019.

Selain itu, disurat edaran juga mengatur jam operasional sejumlah THU.

Diantaranya bioskop yang boleh beroperasi pukul 10.00 Wita-17.00 Wita dan 22.00 Wita-24.00 Wita, tutup pukul 17.00 Wita-22.00 Wita.

Sedangkan untuk arena bermain ketangkasan mesin untuk anak-anak dan dewasa, termasuk game online juga diatur jam operasionalnya.

Yakni hanya boleh buka pada 10.00 Wita-17.00 Wita.

Warung internet (warnet) juga diatur jam operasionalnya, yakni buka mulai pukul 10.00 Wita-17.00 Wita dan pukul 22.00 Wita-24.00 Wita, tutup mulai pukul 17.00 Wita-22.00 Wita.

Cafe tenda juga tidak luput dari pengaturan jam operasional selama Ramadhan, yakni buka pukul 17.00 Wita-24.00 Wita.

Dengan ketentuan tidak diperkenankan menggunakan musik atau bentuk lainnya yang dapat mengganggu warga beribadah.

Sementara itu, warung makan dan restaurant, serta resto tetap diperbolehkan untuk beroperasi.

Namun dihimbau untuk tidak secara transparan membuka, dan dianjurkan untuk menutup dengan tirai.

Hal ini yang sama juga berlaku untuk tempat refleksi, dengan ketentuan ruang layanan refleksi tidak tertutup rapat.

Selain itu, rumah bilyard tetap dapat beroperasi asalkan yang direkomendasikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Samarinda.

Dengan ketentuan jumlah rumah bilyard disesuaikan dengan jumlah atlet yang terpilih sedang menjalani training center (TC) event nasional dan internasional.

Lalu, yang memiliki ruang dan peralatan standart PB Pobsi maupun Koni, tidak menyediakan tenaga score girl (gadis pencatat record), jam operasional mulai 10.00 Wita-17.00 Wita dan tidak disusupi hal-hal yang berbau perjudian.

Pengawasan nantinya dilakukan oleh Satpol PP Kota Samarinda bersama Kepolisian dan instansi lainnya, termasuk pihak Kecamatan, serta Kelurahan.

Bagi yang melanggar, sesuai dengan aturan dan perundang undangan yang berlaku, sanksinya mulai dari sanksi sosial, penutupan sementara, hingga penutupan permanen, serta pencabutan izin. (*)

BACA JUGA

TERPOPULER – SBY Blak-blakan Soal Proses Pergantian Kapolri, Ada yang Coba Intervensi via SMS

SCG Sebut Ahmad Dhani tak Lolos jadi DPR RI dan 3 Artis Lainnya yang Sama Bertarung di Jatim

TERBARU Real Count KPU Sabtu (4/5/2019) pagi, Jokowi Masih Jaga Keunggulan dari Prabowo

OTT KPK di Balikpapan, Febri Diansyah: Hakim Diduga Terima Suap Rp100 Juta

Hasil Latihan Bebas Kedua FP2 MotoGP Jerez 2019, Danilo Petrucci Tercepat, Valentino Rossi Tercecer

Likes dan Follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!