Suryanto Sebut Dana Menjadi Kendala Atasi Kebakaran Akibat Batu Bara | Kalimantan Timur Uri.co.id

Kalimantan Timur Uri.co.id

Menu

Suryanto Sebut Dana Menjadi Kendala Atasi Kebakaran Akibat Batu Bara

Foto Suryanto Sebut Dana Menjadi Kendala Atasi Kebakaran Akibat Batu Bara

Laporan Wartawan kaltim.Uri.co.id Rudy Firmanto

kaltim.Uri.co.id,BALIKPAPAN – Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Balikpapan Suryanto mengatakan pihaknya memiliki beberap kendala dalam mengatasi kebakaran lahan yang diakibatkan kandungan batu bara di beberapa lokasi di Balikpapan.

Pertama yakni soal belum adanya regulasi pemerintah dalam mengelola batu bara yang ditemukan oleh masyarakat sehingga penangannta tidak dapat dilakukan maksimal.

“Rencana kita batu bara yang ditemukan diambil dikarungi dipindah dari lokasi awal, tetapi di Balikpapan kan tidak perda yang mengatur hal tersebut sebab melarang adanya pertambangan batu bara seluruh kota,” kata Suryanto, Selasa (3/5/2016).

Selain itu mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi kebakaran akibat batu bara menyebabkan penangan yang dilakukan hanya bersifat sementara.

“Kita hanya keruk batu bara yang terbakar kita pindahin urai baru disiram air, yang belum terbakar kita timbun lagi sehingga sewaktu-waktu bisa terbakar kembali,” katanya.

walaupun begitu BLH mengaku sudah melakukan diskusi dengan beberapa ahli dalam penanganan batu bara tetapu sampai hari ini belum dapat dilakukan dikarenakan terkendala dana.

“Ada yang katakan harus dipindahkan seluruhnya atau juga bisa diberi bahan kimia khusus untuk memadamkan api,” ujarnya.

Soal usulan DPRD agar BLH membuat peta Geologis kota Balikpapan dimana agar dapat memetakan kawasan yang mengandung batu bara sehingga ada peraturan khusus yang dibuat nantinya untuk mengatisipatif kebakaran terulang kembali.

Lagi-lagi hal ini menurut Suryanto masih belum perlu dikarenakan terkendala dana apalagi menurutnya kondisi keuangan sedang kurang baik.

“Lebih baik untuk pendidikan dulu dan perbaikan sarana dan prasaran kesehatan, nanti kalau dana kita sudah ada baru bisa, karena ini juga sifatnya study sehingga tidak langsung menyentuh ke masyatakat,” ujarnya.

Belum lama ini sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ambo Dai memberikan beberapa solusi mengenai masalah batu bara di Balikpapan.

Pemasangan Biopori di pemukiman dirasa paling efektif mengatasi terbakarnya batu bara untuk mendinginkan kandungan bawah tanah.

“Wajibkan pengembang perumahan untuk memasang biopori di masing-masing rumah yang dibangun ini penting agar hawa di bawah tanah tetap lembab sehingga potensi terbakarnya menjadi kecil,” katanya.
(*) (uri/osias/itohang/JS)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Kalimantan Timur Uri.co.id