4 Kebohongan Sejarah Ini Masih Dianggap Fakta Sampai Sekarang, Nomor 3 Bentuknya Menakutkan! | Kalimantan Timur Uri.co.id

Kalimantan Timur Uri.co.id

Menu

4 Kebohongan Sejarah Ini Masih Dianggap Fakta Sampai Sekarang, Nomor 3 Bentuknya Menakutkan!

4 Kebohongan Sejarah Ini Masih Dianggap Fakta Sampai Sekarang, Nomor 3 Bentuknya Menakutkan!
Foto 4 Kebohongan Sejarah Ini Masih Dianggap Fakta Sampai Sekarang, Nomor 3 Bentuknya Menakutkan!

URI.co.id – Menteri propaganda Nazi, Joseph Goebbels, pernah berkata, “Jika kamu berbohong cukup besar dan terus mengulanginya, orang akhirnya akan percaya”.

Sebagian dari kamu mungkin banyak yang tak sadar. 

Ada banyak sejarah besar dari masa lalu yang kita percayai sampai sekarang itu ternyata bohong.

Beberapa cerita hanya dibuat untuk membuat sejarah itu menjadi menarik.

Dilansir URI.co.idTravel.com dari laman unbelievable-facts.com, berikut 4 mitos sejarah yang dianggap fakta sampai sekarang.

1. Countess Elizabeth Báthory mandi darah wanita muda agar awet muda

(unbelievable-facts.com)

Countess Elizabeth Báthory, seorang wanita bangsawan Hungaria yang dianggap sebagai satu tokoh paling terkenal di Eropa.

Dia dituduh menyiksa dan membunuh sejumlah wanita muda.

Itu sebabnya dia dijuluki Bloody Countess atau Vampire Countess.

Baca: Momen ketika David Beckham Ditolak Salaman oleh Wanita Berhijab, Netter: Respek

Dalam budaya populer, banyak yang percaya jika Bathory menggunakan darah wanita muda yang sudah dibunuhnya itu sebagai pengganti air untuk berendam.

Cerita yang diperkirakan berasal dari abad 18 ini, semakin dipercaya setelah banyak ditunjukkan dalam beberapa film.

Sayang sampai sekarang tak ada bukti mengenai kesukaan Bathory mandi darah.

Memang ada bukti pembunuhan dan penyiksaan yang dilakukan oleh Bathory.

Baca: Bocah yang Dibuang Orangtuanya di Jalanan Kini Menjelma jadi Miliuner, Kisahnya Mengharukan!

Selama pengadilannya, banyak orang bersaksi terhadap dirinya.

Mereka mengklaim jika dia sering melakukan penyiksaan dan pembunuhan gadis.

Tapi cerita tentang mandi darah justru mulai muncul setelah kematian sang bangsawan.

2. Orang dihukum karena menjadi penyihir dan dibakar di tiang

(unbelievable-facts.com)

Di antara Februari 1692 dan Mei 1693, serangkaian dengar pendapat dan penuntutan dilakukan di kolonial Massachusetts.

Uji coba dilakukan untuk orang-orang yang dituduh sebagai penyihir.

Peristiwa ini dikenal sebagai “Penghukuman Penyihir Salem”.

Baca: Wulan Guritno Bikin Melongo Buka Resleting di Dada, Netter: OMG, Semok Bahenol!

Sekitar 20 orang yang dicurigai dituntut dan dijatuhi hukuman sebagai hasil dari uji coba.

Berbeda dibanding cerita yang menyebut jika mereka dihukum dengan dibakar ditiang.

Kenyataannya tak ada pembakaran yang terjadi.

19 orang terdakwa dieksekusi dengan cara digantung.

Satu terdakwa, Giles Corey, ditekan sampai mati.

3. Iron maidens adalah perangkat penyiksaan yang digunakan selama Abad Pertengahan

(unbelievable-facts.com)

Iron maidens, perangkat penyiksaan berduri, mampu memberikan orang yang paling berani sekalipun mimpi buruk.

Banyak yang menduga jika alat ini digunakan untuk penyiksaan selama Abad Pertengahan.

Perangkat ini terdiri dari sebuah kabinet besi cukup tinggi untuk diisi manusia.

Bagian dalamnya diisi dengan paku besi yang siap menusuk.

Sayang, alat yang dianggap menyiksa ini sebenarnya hanya fiksi belaka.

Iron maidens adalah penemuan yang berasal di kota Nuremberg, Jerman pada abad ke-14.

Baca: Meledak! Video Lipsync Wanita Gemuk Ingatkan Aksi Norman Kamaru, Ekspresinya Mengocok Perut

Menurut Wolfgang Schild, seorang profesor di Universitas Bielefeld, Iron maidens diciptakan dengan menyatukan potongan-potongan artefak di museum.

Tujuannya adalah untuk membuat objek yang spektakuler untuk pameran komersial.

Dokumentasi tertulis tentang Iron maidens dapat ditemukan dalam kisah-kisah abad ke-19.

Sebelum abad ke-19, tidak ada bukti jika perangkat yang disebut Iron maidensyang pernah dibuat atau digunakan untuk penyiksaan.

4. Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat ditandatangani pada 4 Juli 1776

(unbelievable-facts.com)

Pada 4 Juli, Hari Kemerdekaan di Amerika Serikat, secara universal dikenal sebagai hari Deklarasi Kemerdekaan.

Sayang, kenyataannya sangat berbeda.

Pemungutan suara untuk kemerdekaan dari 13 koloni dilakukan pada 2 Juli 1776.

Baca: Diremas Nggak Pecah, Ini Boneka Nikita Mirzani yang Dibandrol Rp 1,5 Juta, Lihat Yuk…

Presiden masa depan AS, John Adams, bahkan menulis kepada istrinya,“Hari Kedua Juli 1776, akan menjadi yang paling berkesan dalam Sejarah Amerika”.

Pada 4 Juli 1776, Kongres resmi mengadopsi Deklarasi Kemerdekaan, tetapi upacara penandatanganan resmi dilakukan pada 2 Agustus 1776. (uri/yahid/urkhayati/SN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Kalimantan Timur Uri.co.id