Meski Sibuk sebagai Pejabat, Ibu Ini Sempatkan Ajak Anak Berdoa lewat Video Call | Kalimantan Timur Uri.co.id

Kalimantan Timur Uri.co.id

Menu

Meski Sibuk sebagai Pejabat, Ibu Ini Sempatkan Ajak Anak Berdoa lewat Video Call

Meski Sibuk sebagai Pejabat, Ibu Ini Sempatkan Ajak Anak Berdoa lewat Video Call
Foto Meski Sibuk sebagai Pejabat, Ibu Ini Sempatkan Ajak Anak Berdoa lewat Video Call

URI.co.id – TIDAK banyak perempuan yang bisa sukses berkarir di pemerintahan. Apalagi untuk bisa menjadi jabatan setingkat Kepala Biro ataupun Kepala Dinas yang seringkali membawahi puluhan pegawai pria dalam urusan pekerjaan.

TRI Murti Rahayu, salah satunya. Pertama kali memulai karir pada 1992, perempuan yang murah senyum ini pelan-pelan menanjak, hingga akhirnya menduduki posisi jabatan Eselon II, dan menjadi Kepala Biro Humas, Protokol dan Kerjasama Pemprov Kalimantan Timur

Biro yang paling banyak berurusan dengan aktivitas orang nomor 1 di Kaltim, Gubernur Awang Faroek Ishak. “Pertama kali saya mulai berkarir menjadi staf biasa di Bappeda Kaltim. Itu tahun 1992. Terus menjadi staf sampai 1999,” ujar Tri Murti mengawali pembicaraan dengan URI.co.id Kaltim, Rabu (27/9).

Baca: Momen ketika David Beckham Ditolak Salaman oleh Wanita Berhijab, Netter: Respek

Sembilan tahun berkarir di Bappeda, Tri Murti kemudian pindah dan melanjutkan karir di beberapa instansi lain, seperti Kominfo, Badan Diklat, dan Badan Promosi Investasi Daerah.

“BPID dan Kominfo, saat itu saya sudah Eselon III. Setelahnya, kemudian pindah lagi ke Bappeda akhirnya menjabat Kepala Biro Perbatasan Penataan Wilayah dan Kerjasama, pada 2012,” tuturnya.

Barulah setelah dari Kabiro Perbatasan Penataan Wilayah dan Kerjasama, mendapat amanah dari Gubernur menjadi Kepala Biro Humas, Protokol dan Kerjasama. “Saat ini sudah hampir tiga tahun di posisi ini,” kata Tri Murti.

Menjadi penanggung jawab sebagai corong informasi Pemprov Kaltim, diakui merupakan tantangan yang cukup berat dilakukan. Tetapi, semua tak sesulit yang dibayangkan.

Baca: Gurus SD Buat e-KTP Palsu dengan Printer

“Semuanya itu tantangan. Ibaratnya, kalau diminta melakukan sesuatu, lakukanlah dengan nilai 10, maka kemampuan juga akan ikut menjadi 10. Kalau saya bekerja di bawah itu, sama saja menipu atasan, Sudah digaji, kok kinerjanya tak full,” ucapnya.

Imbas pekerjaan, Tri kerap kali harus berpisah dengan keluarga. Pekerjaan membuatnya harus rela mobile ke sana kemari, mengurusi persoalan Pemprov Kaltim. Untungnya, komunikasi dengan keluarga dan anak yang salah satunya berada di Singapura masih bisa rutin dilakukan.

“Kedekatan dan quality time tetap harus ada. Setiap hari, saya upayakan ada komunikasi. Anak saya yang nomor dua ada di Singapura. Komunikasi via telepon atau video call. Bahkan, tiap malam, saya ajak untuk doa bersama via video call,” ungkap Tri Murti.

Dirinya yang pimpin doa, itu dilakukan bergantian. “Kalau untuk suami, lebih banyak waktu saya gunakan untuk makan bersama. Kan dia bekerja di swasta, jadi, jika ada waktu luang, entah bertemu di mana, atau berangkat bareng untuk makan di luar,” katanya.

Baca: Sang Ibu Tega Bakar Anaknya Hingga Tewas dengan Alat Barbeque, Alasannya Mengejutkan

Soal pekerjaan, menurutnya, Gubernur Awang Faroek merupakan guru yang sudah sangat berpengalaman. Imbas dimarahi, saat bekerja, adalah hal biasa, yang tak perlu diambil hati ketika dirasakan.

“Pak Awang itu sebagai orangtua dan juga guru. Kalau Bapak marah, itu berarti sedang membina. Kalau saya sama staf lain juga begitu. Kalau mereka salah, kan pasti saya tegur. Biar tahu, mana yang benar, mana yang salah. Salah satu yang patut dicontoh itu semangat dan pola kerja yang luar biasa,” katanya.

Lebih lanjut, Tri Murti mengajak kalangan perempuan untuk tak takut bersaing sehat dalam pekerjaan di birokrasi. Perempuan bukan halangan untuk bisa mempimpin.

Baca: VIDEO – Detik-detik KPK Keluar dari Gedung Dinas PU dengan Membawa Tiga Koper

“Kaum perempuan ketika diberi kesempatan, rata-rata hasilnya justru bisa membuktikan bisa selesaikan pekerjaannya, Saya juga lihat, ketika perempuan memiliki kedudukan yang lumayan, ia juga bisa menghandle masalah keluarganya dengan baik,” tandasnya. (Meski Sibuk sebagai Pejabat, Ibu Ini Sempatkan Ajak Anak Berdoa lewat Video Call) (uri/imas/zhari/DA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Kalimantan Timur Uri.co.id