Kuau Kerdil, Merak Mini Asli Kalimantan Tenyata Tersisa Segini | Kalimantan Timur Uri.co.id

Kalimantan Timur Uri.co.id

Menu

Kuau Kerdil, Merak Mini Asli Kalimantan Tenyata Tersisa Segini

Kuau Kerdil, Merak Mini Asli Kalimantan Tenyata Tersisa Segini
Foto Kuau Kerdil, Merak Mini Asli Kalimantan Tenyata Tersisa Segini

URI.co.id – Kalimantan memang kaya akan sumber daya alam. Aneka ragam flora dan fauna, serta berapa satwa langka hidup di alam Borneo. Burung Kuau Kerdil Kalimantan misalnya. Burung yang memilik nama latin Polyplectron schleiermacheri ini diyakini masih hidup di hutan-hutan Kalimantan, meskipun keberadaanya saat sangat sulit ditemui.

“Burung Kuau Kerdil Kalimantan merupakan jenis endemik Kalimantan yang sangat langka. Keberadaanya sulit untuk ditemui,” ucap Rustam Fahmy, Dosen sekaligus peneliti di Laboratorium Satwa Liar Fakultas Kehutanan Unmul Samarinda.

Kuau kerdil Kalimantan adalah jenis kuau kerdil berukuran sedang yang habitatnya di hutan hujan dataran rendah Pulau Kalimantan. Kuau ini termasuk jenis kuau merak yang paling langka dan sudah jarang ditemui.

Secara deskripsi, cirinya ukuran tubuh maksimal dapat tumbuh sampai 50 cm dengan bintik-bintik pada tubuhnya. Bintik pada burung jantan berwarna hijau, sedangkan pada betina berwarna biru. Bulu pada pipi dan tenggorokan berwarna kuning pucat, kontras dengan bulu lainnya.

Iris berwarna kuning, paruh kehijauan gelap. Kulit muka gundul dan berwarna merah, sedangkan tungkai dan kaki berwarna hitam. Pada kaki jantan terdapat dua taji. Kuau jantan memiliki jambul berwarna hijau metalik. Dadanya berwarna hijau keunguan mengilap, sedangkan pada tenggorokan dan dada terdapat warna putih. Sementara kuau betina memiliki warna yang lebih suram dan lebih biru.

Burung yang disebut merak mini Kalimantan ini memiliki variasi pola bulu yang menarik untuk jenis jantan. Sementara betina cenderung memiliki pola yang kurang bervariasi. Burung ini termasuk satwa pemalu yang jarang ditemui.

Hanya ditemui di tempat-tempat yang terpencar di hutan dataran rendah sampai ketinggian 1.100 meter. Hidup di hutan primer. Bertengger di pohon, tetapi berjalan diam-diam di lantai hutan sepanjang siang. Jantan bersuara serta memainkan sayap dan ekornya, tetapi tidak punya tempat menetap.

“Habitatnya memang di hutan dataran rendah. Keberadaanya juga sangat bergantung pada hutan primer,” ucap Rustam.

Ciri deskripsi Kuau ini sedikit menyerupai merak, namun, bisa dibedakan dengan ukuran tubuh Merak yang bisa mencapai 210 cm untuk jantan dan 120 cm untuk betina. Deskripsi kecantikan bulu Kuau yang menyerupai Merak ini membuatnya kerap disebut Merak Mini Kalimantan.

Selain memiliki bulu yang berwarna, Kuau Kerdil Kalimantan juga memiliki keunikan lain, yakni suara seperti menyerupai siulan bernada hur-hur. Ketika suara dibunyikan, akan terdengar suara ganda dengan nada pendek.

Kuau kerdil Kalimantan hanya bisa ditemukan di Pulau Kalimantan. Dilansir research gate dalam jurnal Distribusi dan Status Kuau Kerdil di Kalimantan, species ini pertama kali diamati pada 1870-an di wilayah Kalimantan Tengah. (uri/ol/attikawa/PP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Kalimantan Timur Uri.co.id