Kader Desa Siaga Intensifkan Penyuluhan DBD, Ini Targetnya | Kalimantan Timur Uri.co.id

Kalimantan Timur Uri.co.id

Menu

Kader Desa Siaga Intensifkan Penyuluhan DBD, Ini Targetnya

Foto Kader Desa Siaga Intensifkan Penyuluhan DBD, Ini Targetnya

kaltim.Uri.co.id, SANGATTA – Komunitas masyarakat “Desa Siaga Olah Bebaya” (DSOB) di Desa Kaliorang, Kecamatan Sangkulirang, yang memang dikenal konsen terhadap masalah kesehatan, kembali melaksanakan kegiatan positif.

Terkini, Komunitas DSOB bekerja sama dengan Puskesmas Kaliorang menyelenggarakan penyuluhan tentang bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyuluhan dilaksanakan secara marathon dari desa ke desa, melibatkan aparat desa untuk mengumpulkan warga.

“Pelaksanakan penyuluhan di Kaliorang dilatarbelakangi adanya kasus DBD yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Andy Magdalena, narasumber sekaligus kader DSOB Kaliorang, belum lama ini.

Tujuan penyuluhan ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Kaliorang tentang bahaya penyakit DBD dan bagaimana cara mencegahnya. Sehingga penyakit DBD tidak meluas kedaerah lainnya, terlebih musim penghujan telah datang.

(Baca juga: Bupati Kembali Terima SMS Soal PNS yang Selingkuh)

Penyuluhan dilaksanakan di tiga tempat, yaitu di Marang yang dihadiri 56 warga dan berlangsung selama 1,5 jam. Diwaktu lainnya penyuluhan dilaksanakan di daerah Camp 3 dan Air Putih, semuanya di Kecamatan Kaliorang, yang diikuti oleh puluhan warga.

Aparat desa dan masyarakat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan. Bahkan Kades Kaliorang, M Asri, sangat mengapresiasi kegiatan dimaksud. Di setiap acara dia terus mendampingi kegiatan penyebarluasan informasi tentang bahaya DBD tersebut.

Setelah kegiatan, biasanya Kader DSOB membagikan bubuk abate untuk memberantas jentik nyamuk Aedes Aegypti, pembawa virus DBD. Namun, karena jumlah abate yang terbatas, tidak semua warga mendapat bagian. Bubuk abate tetap dibagikan dengan memprioritaskan rumah warga yang sangat berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Selain itu masyarakat juga diimbau untuk melakukan 3M, yakni menutup, menguras, dan menimbun barang-barang bekas penampung air. Sehingga berbagai jenis nyamuk tidak dapat berkembangbiak. Kemudian masyarakat diminta untuk hidup sehat dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. (*hms3/adv)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook kaltim.Uri.co.id, follow Twitter @kaltim.Uri.co.idkaltim serta tonton video streaming Youtube kaltim.Uri.co.idKaltim


(uri/imas/zhari/DA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Kalimantan Timur Uri.co.id