Baru Sebulan Hirup Udara Bebas, IRT Ini Nekat Mencuri Lagi, Alasannya Tak Terduga | Kalimantan Timur Uri.co.id

Kalimantan Timur Uri.co.id

Menu

Baru Sebulan Hirup Udara Bebas, IRT Ini Nekat Mencuri Lagi, Alasannya Tak Terduga

Baru Sebulan Hirup Udara Bebas, IRT Ini Nekat Mencuri Lagi, Alasannya Tak Terduga
Foto Baru Sebulan Hirup Udara Bebas, IRT Ini Nekat Mencuri Lagi, Alasannya Tak Terduga

Laporan Wartawan URI.co.id, Baru Sebulan Hirup Udara Bebas, IRT Ini Nekat Mencuri Lagi, Alasannya Tak Terduga

URI.co.id, BALIKPAPAN – Baru sebulan merasakan udara bebas, SAR (34) perempuan kelahiran Kota Makassar kembali berulah.

Warga jalan Dahor II, RT 54, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, tersebut terpaksa kembali mendekam di balik jeruji Polres Balikpapan.

Residivis kasus pencurian tersebut kembali beraksi di salah satu toko mainan yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Balikpapan, baru-baru ini.

Sar nekat mengambil telepon seluler milik salah satu pengunjung toko tersebut.

Mirisnya, motif SAR melakukan tindak pidana yang pernah menjerumuskan dirinya ke penjara, lantaran ingin pulang kampung menemui anaknya.

Namun niat tersebut pupus. Pasalnya, belum sempat menjual hasil curiannya, SAR kembali ditangkap polisi.

“Jadi dia ini rindu sama anaknya di Sulawesi Selatan, ingin pulang ke sana. Lantaran tak punya uang, akhirnya dia nekat mencuri,” ujar Paur Subbag Humas Polres Balikpapan Iptu D Suharto, Senin (21/8/2017).

Nahas nasibnya, aksi pencuriannya terekam oleh kamera CCTV milik toko tersebut.

Hal itu mempermudah polisi mengidentifikasi pelaku pencurian.

Tak membutuhkan waktu lama, SAR kemudian berhasil ditangkap petugas di rumahnya.

“Miris sekali ya, ternyata penjara tak membuatnya jera. Dan bisa jadi hukumannya kali ini berat karena sudah kedua kalinya dia masuk penjara dengan kasus yang sama,” kata Harto sapaan akrabnya.

Saat ini, jangankan bertemu dengan anaknya di Sulawesi, SAR terpaksa kembali mendekam di ruang tahanan Polres Balikpapan.

Atas perbuatannya ia dijerat pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Sebelumnya, tersangka pernah divonis penjara selama satu tahun dua bulan, dan baru bebas beberapa minggu lalu. (uri/yahid/urkhayati/SN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Kalimantan Timur Uri.co.id