Masyarakat Samarinda Dikenal Religius, Inilah 3 Tempat Ibadah yang Dibangun Sejak Abad 19 | Kalimantan Timur Uri.co.id

Kalimantan Timur Uri.co.id

Menu

Masyarakat Samarinda Dikenal Religius, Inilah 3 Tempat Ibadah yang Dibangun Sejak Abad 19

Masyarakat Samarinda Dikenal Religius, Inilah 3 Tempat Ibadah yang Dibangun Sejak Abad 19
Foto Masyarakat Samarinda Dikenal Religius, Inilah 3 Tempat Ibadah yang Dibangun Sejak Abad 19

URI.co.id, SAMARINDA – Masyarakat Samarinda sejak dahulu dikenal religius, dengan mayoritas warganya yang memeluk agama islam.

Tercatat sejak akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, nuansa islami kental di masyarakat Samarinda, dengan pelaksanaan shalat dan puasa.

Bersumber dari buku berjudul ‘Samarinda Tempo Doeloe’, penulis Muhammad Sarip menjelaskan, pusat peribadatan dan kegiatan keagamaan penduduk muslim pada abad ke-16 hingga awal abad ke-19, dilakukan di langgar.

Namun, disamping penduduk memeluk Islam, terdapat agama Kong Hu Chu yang dianut etnis Tionghoa, yang berdatangan ke Samarinda pada abad ke-19.

Sementara penganut Kristen dan Katolik, baru bermunculan pasca Indonesia merdeka.

Baca: Nonton Drama Korea Memang Bikin Baper Tapi Hati-hati Lho Efeknya

Baca: Lagi Patah Hati? Ketimbang Dengerin Lagu Melankolis Mending Berenang Yuk

Baca: Akhirnya. . . Megawati dan SBY Salaman di Istana, Ini Kata Politikus PKS

Baca: Kuliner Yogyakarta Memang Mantap! Cobain 5 Menu Ini yang Bikin Kamu Berkeringat!

Berikut ini merupakan beberapa bangunan tempat ibadah pertama yang terdapat di Samarinda :

1. Masjid
Bangunan masjid di Samarinda bermunculan mulai akhir abad ke-19.

Masjid Jami’ yang didirikan tahun 1919, di tepi sungai Mahakam, sekitar pasar Pagi, menjadi pusat keagamaan kaum muslimin terbesar sebelum dibongkar tahun 1975.

Kendati demikian, masjid Jami’ bukanlah masjid pertama yang ada di Samarinda, jauh sebelum itu, terdapat Masjid Shirathal Mustaqiem di Samarinda Seberang yang selesai dibangun pada 1891.

Masjid Shirathal Mustaqiem

Masjid Shirathal Mustaqiem (URI.co.id KALTIM/BUDHI HARTONO)

2. Kelenteng
Kelenteng pertama di Samarinda bernama Thian Gie Kong, yang berdiri pada tahun 1905, yang telah berubah nama menjadi Thien Le Kong.

Kelenteng tersebut terdapat di persimpangan Jalan Yos Sudarso dan Jalan P Suryansyah, tepatnya di depan Pelabuhan Samarinda.

Kelenteng Thien Ie Kong

Kelenteng Thien Ie Kong (URI.co.id KALTIM/Masyarakat Samarinda Dikenal Religius, Inilah 3 Tempat Ibadah yang Dibangun Sejak Abad 19)

3. Gereja
Bangunan gereja di Samarinda yang pertama, yakni gereja Katedral Santa Maria Pembantu Senantiasa, atau yang cukup dikenal dengan Katedral Santa Maria, yang berada di Jalan Jendral Sudirman.

Gereja tersebut berdiri sejak 1956, yang merupakan konsekuensi dari penetapan wilayah pelayanan gerejawi Katolik di Kaltim.

Saat in bangunan gereja tersebut tengah di pugar.

“Jadi, tiga agama ini yang terdapat di Samarinda pada masa abad ke 19. Lalu disusul dengan agama lainnya, seperti hindu dan budha,” ucap penulis sejarah tersebut, Sabtu (19/8/2017).

Sementara itu, agama Buddha mulai masuk ke Samarinda sejak tahun 1962, dan agama Hindu mulai ada di Samarinda, sejak warga Bali mengikuti program transmigrasi pada sekitar tahun 1960-1970, yang diikuti dengan pembangunan tempat ibadah masing-masing agama.

Gereja Katedral

Gereja Katedral (URI.co.id KALTIM/NEVRIANTO HADI PRASETYO)

(uri/enneth/inina/KA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Kalimantan Timur Uri.co.id