Johan Terjebak Satu Jam Lebih di Dalam Speedboat Sebelum Selamat | Kalimantan Timur Uri.co.id

Kalimantan Timur Uri.co.id

Menu

Johan Terjebak Satu Jam Lebih di Dalam Speedboat Sebelum Selamat

Johan Terjebak Satu Jam Lebih di Dalam Speedboat Sebelum Selamat
Foto Johan Terjebak Satu Jam Lebih di Dalam Speedboat Sebelum Selamat

URI.co.id, BALIKPAPAN – Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada korban speedboat SB Rejeki Baru Karisma yang terbalik di perairan Tarakan, Wakil Gubernur Provinsi Kaltara Udin Hianggio kembali menjeguk korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, salah satunya Hao Johan yang berada di Ruangan Nusa Indah B Nomor 501, Jumat (28/7).

Ketika orang nomor dua di Provinsi Kaltara ini menjeguk, Hao Johan di kamar 501, terlihat Hao Johan sedang terbaring di atas ranjang dengan masih memakai infus. Kondisi pria ini terlihat lebih baik daripada sebelumnya.

Hao Johan ini ternyata pegawai Kementerian Dalam Negeri. Kunjungan ke Tanjung Selor karena mendapatkan undangan dari Pemprov Kaltara sebagai nara sumber rapat koordinasi (rakor) Forum Pembangunan Kebangsaan yang diadakan Tanjung Selor, Selasa (25/7).

Namun belum sampai di Tanjung Selor, speedboat yang ditumpanginya terbalik di Perairan Tarakan atau tepatnya 100 meter dari Dermaga Perlabuhan Tengkayu I. Saat berangkat ke Tanjung Selor dengan speedboat, Hao Johan berangkat seorang diri.

Pria yang akrab disapa Johan mengungkapkan, ketika speedboat terbalik tidak langsung terbalik, namun proses terbaliknya secara perlahan-lahan, sehingga mengakibatkan penumpang yang ada di dalam terjebak tidak dapat keluarga.

“Karena saya bisa berenang, saya langsung menyelam untuk mencari jalan keluar. Saat saya sudah keluar dari speedboat saya tidak melihat Basarnas atau pun Polairud. Saya malahan melihat banyak masyarakat yang menolong, padahal kami itu sudah terjebak satu jam setengah di dalam,” ujarnya.

Mengingat kejadian ini, Johan sangat menyayangkan mengapa pada saat kejadian tim Basarnas dan Polairud lambat datang ke lokasi kejadian. Pasalnya, saat semua penumpang terjebak di dalam speedboat, air laut masih sebatas kakinya, namun lama kelamaan air laut semakin tinggi hingga sebatas leher dan membuatnya langsung menyelam.

“Waktu air laut masuk secara perlahan-lahan, hampir semua penumpang berusaha memecahkan dan memukul kaca, tapi tidak bisa. Kalau Basarnas cepat datang bisa terselamatkan, karena mereka punya alat. Apalagi posisi saya waktu itu berada di tengah,” ujarnya.

Kondisi Johan Membaik

WAGUB Kaltara Udin Hianggio mengatakan, sebagai pemimpin di Kaltara, sudah seharusnya ia peduli dengan para korban. Apalagi Johan datang ke Tanjung Selor diundang Pemprov Kaltara, jadi harus bertanggung jawab dengan keadaannya.

“Sebenarnya kemarin saya sudah jenguk, tapi beliau masih tidur jadi saya hanya melihat kondisinya sebentar langsung pulang. Nah hari ini (kemarin) saya sempatkan menjenguk dan Alhamdulillah kondisinya baik-baik saja. Apalagi waktu itu saya sempat membuka kegiatan rakor yang dihadiri beliau ini,” ujarnya.

Kepala Bidang Perawatan RSUD Tarakan, Panus Agung Sekai menambahkan, kondisi Hao Johan sudah mulai membaik. Ia dirawat karena mengalami permasalahan di pernapasan, karena sempat minum air laut. “Kapan bisa pulang atau tidak itu tergantung dari dokter yang mengizinkan,” ujarnya.

Panus mengatakan, dari 8 korban yang dirawat di RSUD Tarakan, ada 5 korban lagi yang hingga saat ini masih di rawat di ruangan lainnya. “Ada 3 korban yang diperbolehkan dokter untuk pulang dan 5 korban masih dirawat,” katanya. (uri/elia/disanyoto/DA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Kalimantan Timur Uri.co.id