Bisakah Rumah Tangga Kembali Harmonis setelah Terjadi Perselingkuhan? | Kalimantan Timur Uri.co.id

Kalimantan Timur Uri.co.id

Menu

Bisakah Rumah Tangga Kembali Harmonis setelah Terjadi Perselingkuhan?

Bisakah Rumah Tangga Kembali Harmonis setelah Terjadi Perselingkuhan?
Foto Bisakah Rumah Tangga Kembali Harmonis setelah Terjadi Perselingkuhan?

URI.co.id — Umumnya, orang yang mengetahui bahwa pasangannya selingkuh terbakar rasa sakit hati dan dendam sehingga berpikir untuk membalas dengan perlakukan serupa.

Cobalah berpikir dua kali sebelum Anda benar-benar menyesal. Sebab, tidak sedikit pasangan suami istri yang bisa kembali harmonis setelah pernikahan didera oleh masalah selingkuh.

“Hal pertama yang harus dipikirkan setelah perselingkuhan terjadi adalah apakah Anda dan pasangan mau memperbaiki hubungan atau tidak,” jelas Susan Winter, seorang penulis dan pakar hubungan.

Perubahan harus terjadi, kata Winter.

“Harus ada tekad 100 persen untuk melupakan dan memaafkan demi membuat hubungan berlanjut lebih baik,” imbuhnya.

Winter pun menyarankan tiga langkah yang harus diambil pasangan untuk membuat pernikahan semakin kuat, meski terjadi sebuah perselingkuhan. Berikut uraiannya:

Konsultasi dengan profesional
Kenyataan pasangan berselingkuh tak ayal membuat Anda emosional dan marah. Namun, ingat, saling berteriak dan menyalahkan tidak akan memberikan solusi terbaik.

Jadi, jangan menutup diri untuk mencari bantuan profesional demi hubungan Anda berdua. Sebab, psikolog dan konsultan pernikahan mungkin saja dapat menemukan akar permasalah yang menyebabkan terjadinya perselingkuhan.

“Masalah ketidakpuasan dan komunikasi yang hambar bisa diatasi dengan bantuan profesional,” jelas Winter.

Komitmen untuk berubah
Bantuan profesional bisa memberikan arahan dan jalan keluar ketika terjadi dorongan amarah dan patah hati dari dalam diri Anda.

Hubungan Anda, kata Winter, bisa jadi menemukan komitmen baru dari dampak negatif perselingkuhan.

“Komitmen perubahan harus berdasarkan inisiatif kedua belah pihak,” imbuhnya.

Pihak yang berselingkuh harus mau berkomitmen untuk tidak mengulang perbuatannya tersebut dan pihak yang menjadi korban selingkuh juga harus berbesar hati memberikan satu kali kesempatan.

Tidak selalu berkaitan dengan seks
“Seks tidak pernah hanya sebatas seks,” ungkapnya.

Sebab, perselingkuhan tidak selalu disebabkan oleh seks. Dia menjelaskan kebanyakan perselingkuhan terjadi karena masalah komunikasi.

Jadi, Anda berdua harus memiliki niat dan keinginan memperbaiki hubungan untuk menyelematkan pernikahan. (uri/ryan/riyanni/BP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Kalimantan Timur Uri.co.id